Header

« Arti Penting Identitas Korporat | Home | ”Gethok Tular” powerfull mendorong awareness »

Ayo, wujudkan franchise lebih baik!

By Tri Raharjo | December 27, 2007

Bisnis franchise tumbuh sangat signifikan setiap tahunnya, baik yang membeli atau yang menawarkan. Sayangnya, jumlah gerai waralaba yang ditutup juga tidak sedikit. Dibawa kemana franchise kedepan?Berbicara bisnis franchise di tanah air, dari tahun ke tahun terus mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hal tersebut bisa dilihat dari setiap pameran franchise di Jakarta, yang selalu diikuti oleh ratusan peserta dan dibanjiri oleh ribuan calon investor.

Dyandra Promosindo dalam siaran pers-nya menyatakan total transaksi event pameran franchise Juni lalu mencapai kisaran 300 Miliar. Angka ini tentunya tidak jauh beda dengan dua EO lainnya yaitu Neo Organizer dan Panorama Convex yang juga melakukan kegiatan serupa baik di Jakarta maupun di daerah. Belum lagi transaksi yang dihasilkan lewat promosi di media cetak maupun kegiatan business matching yang dilakukan diluar pameran franchise.Nyatanya bisnis dengan investasi triliunan rupiah ini, menggelinding dengan sendirinya, seakan tanpa arah yang jelas. Mau dibawa kemana franchise Indonesia kedepan?

Pertanyaan itu muncul mengingat meski terus bertumbuh jumlah gerai franchise yang ditutup juga semakin banyak. Memang belum ada angka pasti gerai waralaba yang berguguran. Namun, salah seorang narasumber menyebutkan gerai yang tutup mencapai 30% dari ratusan gerai milik franchisee. Presentase ini tentunya tidak dapat menggambarkan keseluruhan franchise, beda franchise beda juga tingkat kegagalannya.

Meski demikian kejadian seperti ini, patut menjadi perhatian bersama.Bicara kegagalan ada beberapa kemungkinan,bisa dari pihak franchisor, franchisee atau keduanya. Dilihat dari sisi franchisor, salah satunya bisa disebabkan oleh bisnisnya belum proven, tapi sudah difranchisekan dan tentunya juga kurangnya pemahaman franchisor akan manajemen franchise. Ditengok dari franchisee, banyak franchisee salah anggap beli franchise tinggal ongkang-ongkang kaki padahal, berbisnis franchise tak bedanya menjadi entrepreneur yang harus berkomitmen teguh terhadap bisnisnya, termasuk mencari terobosan-terobosan untuk meraup profit.Kondisi demikian jelas tidak bisa dibiarkan.

Saya berharap, PP No. 42 mampu menertibkan waralaba di Indonesia baik untuk perlindungan franchisor maupun franchisee tanpa membelenggu usaha-usaha kecil yang baru mau tumbuh. Ada beberapa catatan akhir tahun yang saya tangkap dari berbagai kesempatan termasuk HUT Asosiasi Franchise 22 November yang lalu sebagai berikut:

1. Franchisor sangat berharap akan implementasi dari pemerintah terutama mengenai pengawasan dan pembinaan terhadap bisnis franchise yang tertuang pada BAB VI.

2. Asosiasi Franchise Indonesia menekankan kembali tujuan organisasi yang sudah dicanangkan, termasuk didalamnya mengusahakan iklim usaha yang sehat dan mengarah pada praktek dagang yang baik.

3. Franchisor dapat mengimplementasikan kewajiban pemberi waralaba sesuai dengan BAB IV PP No. 42 dan tetap mengarahkan usahannya kepada praktek dagang yang baik serta berkomitmen untuk mensukseskan franchisee-franchiseenya.

4. Franchisee sebagai mitra franchisor seyogyanya dapat menjalankan bisnisnya sesuai dengan yang diperjanjikan dan tentunya berkomitmen penuh guna membesarkan outlet-nya.

5. Media & konsultan franchise dapat mengambil peranannya dalam edukasi penerapan franchise yang baik serta terus berupaya mendorong tumbuhnya bisnis ini menjadi lebih baik dan tetap mengawal sesuai dengan kaidah-kaidah waralaba.

6. Calon investor harus lebih selektif memilih bisnis franchise yang prospek dan tentunya membuang jauh-jauh paradigma waralaba disamakan dengan deposito, pasti untung dan tinggal ongkang ongkang kaki.

Franchise tidak hanya menyerap banyak tenaga kerja, tapi juga telah melahirkan banyak pengusaha baru, franchisee baru, profesional & menggerakan bisnis disekelilingnya dan yang pasti franchise terbukti mampu membantu menggerakan perekonomian bangsa. Menjaga citra baik bisnis franchise harus diwujudkan dan duduk bersama-sama, baik pemerintah selaku pemegang regulasi, Asosiasi sebagai wadah para franchisor, franchisor & franchisee selaku pelaku dari bisnis ini, Media dan pemerhati franchise yang akan mendorong tumbuhnya bisnis ini. Ayo, wujudkan franchise lebih baik!

Salam Franchise,Tri Raharjo Pemimpin Redaksi

Popularity: 4% [?]

Topik: Salam Franchise |

Artikel Terkait:

Comments

You must be logged in to post a comment.