Header

« The Best Franchisee Experience | Home | Kami Tidak Franchise Lagi »

Berebut “kecap No. 1”

By Tri Raharjo | December 27, 2007

Dalam Bisnis, persaingan perkara sehari-hari. Bisnis waralaba juga, tak luput dari sebuah kompetisi. Semua ingin menjadi “kecap No. 1″. Apa saja yang dilakukan mereka? Bagaimana dengan Franchise Anda?

Meskipun bukan pemain catur sehandal Utut Adianto, tapi permainan ini pernah saya rasakan pada saat SMA. Hampir tiap liburan, saya habiskan waktu memainkan benteng, kuda, mentri, ster, raja dan simungil pion bersama teman sebaya kadang juga bapak-bapak. Catur merupakan permainan yang mengasikan, selain mengasah otak juga mengasah kesabaran. Berfikir cara catur sangatlah menarik, setiap langkah yang akan kita jalankan selalu dilakukan hati-hati. Bahkan bermain catur menghabiskan waktu berjam-jam, guna manaklukan dan mematikan lawan. Skak Mat! Itulah akhir permainan catur.

Ibaratnya main catur, bisnis juga sama. Saling intip, saling serang, atur strategi dan kadang bertahan. Persaingan tak dapat dihindari, tak heran bila Peter Drucker mengingatkan “Innovate or Die”. Persaingan waralaba tumbuh seiring maraknya peminat dibisnis franchise. Coba kita tengok! Mulai sektor minimarket ada Alfamart, Indomart, Yomart, Circle-K. Sektor refill tinta ada Veneta System, X-4 Print, Save Print, Inke, Acaciana dll. Tentunya ada lagi di sektor lain: Rental VCD, Laundry, Salon, Pendidikan, Makanan, apotik, dan lainnya. Sukses lewat konsep waralaba sebagai binis modern membuat kompetitor mencoba mencicipi legitnya berbisnis franchise.

Jika Anda sesekali melintas di kawasan Jl. Cipinang Raya, ada sebuah outlet Ultra Disk bersebelahan dengan Video Ezy yang sama-sama bermain di sektor rental VCD. Apa lagi coba kita lihat di hampir disetiap titik minimarket Indomaret tak jauh dari tempat tersebut ada Alfamart. Ini adalah konsekwensi berkompetisi. Tinggal bagaimana menyikapi persaingan ditengah hypercompetition baik sesama franchise maupun non franchise.

Derasnya persaingan bisnis ini tentunya semakin memacu para franchisor untuk menjadi yang terbaik atau “Kecap No. 1″. Dalam amatan saya, beberapa franchisor lokal mulai berbenah diri untuk menghadapi kompetisi ini. Masalah internal seperti Produk, SOP, SDM, customer service, sales, TI, monitoring dan kontrol, training, franchisee, mereka bereskan satu persatu. Bahkan ditingkat eksternal mereka mulai melancarkan berbagai trik untuk menaklukan hati pelanggannya. Trik strategis tersebut antara lain:

1. Melakukan Co-Branding, dengan franchise lain atau brand-brand nasional untuk tujuan tertentu.

2. Berlomba-lomba untuk meraih penghargaan baik pemecahan rekor MURI maupun penghargaan franchise award.

3. Memberikan pelayanan prima kepada setiap pelanggan. Mis: Dengan mengeluarkan membercard, temu pelanggan, delivery service, voucher discount dll.

4. Melakukan kegiatan CSR, guna menciptakan brand image yang baik di masyarakat.

5. Mempercepat penetrasi pasar dengan membuka gerai dimana-mana bahkan mulai menjajaki pasar internasional.

6. Melakukan inovasi produk secara berkala.

7. Melakukan promosi lokal dan nasional, dengan berbagai hadiah yang menarik. Mis: Mobil, Motor, outlet franchise, uang tunai, emas, dll.

8. Melakukan strategi pendekatan dengan berbagai media guna mempublikasikan usahanya.

Banyak perusahaan memaknai kompetisi, sebagai menang atau mati. Sebenarnya dilapangan kenyataanya tidaklah demikian, konsumen cenderung punya banyak pilihan dan ini semakin mengurangi keterikatan pada suatu merek tertentu. Ini merupakan refleksi dari semakin berkurangnya loyalitas konsumen terhadap suatu merek. Tentunya dengan tingkat persaingan yang tajam, banyak pandangan yang berubah. Politisi sering memakai istilah “Tidak ada kawan atau lawan abadi, yang ada hanya kepentingan yang abadi” Bagaimana dengan Anda? Selamat Berbisnis!

Salam Franchise

Tri Raharjo Pemimpin Redaksi

Popularity: 6% [?]

Topik: Salam Franchise |

Artikel Terkait:

Comments

You must be logged in to post a comment.