Header

« Kami Tidak Franchise Lagi | Home | 10 Jurus, Jawara Top Franchise 2008 »

Jadikan Website Sebagai Salesman Franchise Anda!

By Tri Raharjo | December 27, 2007

Sebanyak 57% franchise di Indonesia belum memanfaatkan website sebagai alat mempromosikan franchise opportunity. Bagaimana dengan franchise Anda?

Belum lama ini, saya melakukan browsing terhadap 100 merek franchise melalui situs pencari google dan yahoo. Dalam pencarian saya ingin memastikan alamat situs berbagai merek franchise sekaligus melihat content dari website tersebut. Sengaja saya memilih brand secara random atau acak guna menggambarkan presentase perusahaan franchise yang telah menggunakan dan memanfaatkan website sebagai marketing channel.

Tak pelak, semaleman saya habiskan waktu berselancar mengunjungi beberapa situs perusahaan franchise. Mulai dari www.apotek-k24.com, www.fatmawati.com, www.autobridal.com, www.dobbi-fastfood.com, www.esteler77.com, www.multiplus.co.id, www.venetaindonesia.com, dll. Alhasil, dari 100 merek franchise yang saya telusuri 63% perusahaan franchise di Indonesia telah memiliki website dan sisanya belum. Melihat dari content-nya, ada 43% yang mempromosikan peluang bisnis franchise-nya melalui jalur online dan sisa-nya 20% hanya sekadar company profile di website.

Tampak juga, beberapa franchisor memanfaatkan blog untuk mempromosikan franchisenya. Sebagai franchisor, selayaknya mulai melirik internet sebagai channel marketing untuk mempercepat membiakan bisnis Anda. Kenapa? Perkembangan pengguna internet sangat menggembirakan. Menurut data Asosiasi penyelenggara jasa internet Indonesia (APJII) data pengguna internet tahun 1998 hanya berjumlah 500 ribuan, tahun 2004 sudah diposisi 11 jutaan dan diperkirakan akhir 2005 sudah mencapi 16 juta orang. Angka ini tentunya terus merangkak naik, apalagi dibumbui dengan berbagai kebijakan internet provider dengan paket internet murahnya.

Bahkan ada provider mengeluarkan broadband internet untuk daerah terpencil sehingga akses internet-pun dapat diakses dimanapun dan kapanpun.Selain itu, saya juga surfing ke berbagai website negeri kanguru. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah hasil riset franchise 2006 di Australia yang dibuat Lorelle Frazer Scott Weaven Owen Wright untuk Franchise Council of Australia dan Griffith University. Dari hasil penelitiannya, ternyata tehnik-tehnik dalam melakukan perekrutan mencari calon-calon franchisee di Australia, own website menempati urutan pertama baru disusul rekomendasi franchisee yang sudah berjalan, iklan, bahkan yang mengejutkan franchise expo menempati urutan yang ke 6.

Melihat fenomena-fenomena diatas saya yakini dunia.com kedepan terus merangkak naik. Sudah selayaknya, franchisor melirik internet sebagai salah satu strategi dalam mendapatkan franchisee-franchisee baru. Dilihat dari keuunggulannya, internet memiliki banyak sisi positif. Pertama, internet dapat menjangkau seluruh belahan bumi manapun. Kedua, kalau dilihat dari sisi waktu internet juga tanpa dibatasi waktu. Ketiga, sisi cost juga relative lebih murah untuk membangun infrastruktur. Bahkan lebih jauh website dapat mendatang revenue atas penjulan produk lewat toko online. Selamat Berbisnis!

Agar sukses mengembangkan bisnis franchise, upaya membangun dan menjaga kepuasan franchisee sangat penting. Kepuasan franchisee adalah komponen utama kesuksesan dari sebuah usaha franchise. Sudahkah franchisee Anda merasa puas berinvestasi di bisnis Anda?

Saya memperoleh pengalaman menarik ketika menghadiri sebuah pameran franchise Info Franchise Expo 2007 di Surabaya pada Februari lalu. Di sebuah coffee shop, saya ketemu dengan Hermawan sebut saja namanya, seorang franchisor bidang makanan. Lebih dari 3 Jam, saya habiskan waktu untuk diskusi ringan mengenai fenomena bisnis franchise di Indonesia.

Ada cerita yang menarik perhatian saya. Hermawan mengeluhkan, adanya mantan franchisee-nya yang banting setir menjadi franchisor sekaligus kompetitor. Kenapa bisa? Karena waktu itu kami memang kurang memberikan bimbingan, pelatihan & support yang maksimal. Oleh karenanya kurang siapnya infrastruktur kami mengakibatkan franchisee kami kabur. Selain itu juga, kami terlalu tergesa-gesa mem-franchise-kan bisnis kami, jadi banyak kendala setelah berjalan yang tidak bisa kami antisipasi.

Dari kisah Hermawan tersebut, ada yang bisa kita petik manfaatnya. Saya melihat bahwa bagi franchisor yang akan membangun sistem bisnis franchise yang kuat, tentu diperlukan upaya membangun dan menjaga kepuasan franchisee-nya. Ini penting, kenapa? Karena, franchisee bisa diibaratkan sebagai customer pertama Anda untuk wilayah tertentu. Seorang franchisee akan membawa ratusan bahkan ribuan pelanggan atau end user setiap bulannya. Sebaiknya perlakukan franchisee dengan baik dan saya yakin, outlet franchise Anda pasti akan cepat berkembang.

Kepuasan Franchisee adalah segalanya! Ada beberapa cara untuk mengetahui tingkat kepuasan franchisee. Salah satunya dengan melakukan Franchisee Satisfaction Survey.
Ada beberapa poin dalam melakukan survei yang perlu dicermati:

* Sikap Untuk menilai tingkat kepuasan franchisee sangat penting, untuk mengenal sikap umum mereka (franchisee), kehidupan & seberapa senang mereka dalam menjalankan bisnisnya.
* Hubungan Untuk membagun sebuah bisnis franchise tentunya sangat penting hubungan yang kuat antara franchisor & franchisee. Tentunya pertanyaan survei bisa meng-explore dimensi tersebut.
* SistemMengukur sistem IT, administrasi dan keuangan. Apakah dalam keseharian menjalankannya seorang franchisee mudah menjalankannya.
* Lingkungan kerjaLingkungan dimana orang bekerja adalah sangat penting terhadap kepuasan secara kesuluruhan.
* FinancialSetiap pebisnis ingin mendapatkan keuntungan dan pengembalian modal yang cepat. Kepuasan financial dalam bisnis merupakan kunci utama kepuasan secara keseluruhan.
* PemasaranMengukur program pemasaran yang sudah dijalankan apakah berdampak langsung terhadap franchisee.

Selain melakukan kegiatan survei, ada baiknya lakukan pertemuan tahunan, untuk berbagi ide, sekaligus sharing experience antara franchisee yang sukses dengan franchisee lainnya. Lakukan monitoring secara berkala harian, mingguan atau bulanan untuk memantau penjualan setiap outlet. Serta memberikan penghargaan kepada franchisee-franchisee sukses.

Pada akhirnya, Membangun dan menjaga kepuasan franchisee secara garis besar terangkum dalam 4 langkah sederhana: Komunikasi secara terbuka, cepat tanggap terhadap persoalan, tepat dalam mengambil keputusan & perlakukan franchisee Anda dengan rasa hormat. Selamat Berbisnis!

Salam Franchise,
Tri Raharjo, Pemimpin Redaksi
Majalah Info Franchise
www.majalahfranchise.com

Popularity: 10% [?]

Topik: Salam Franchise |

Artikel Terkait:

One Response to “Jadikan Website Sebagai Salesman Franchise Anda!”

  1. natalia Says:
    August 18th, 2008 at 5:33 pm

    Dear,

    Industri Franchise saat ini maupun mendatang sangat membutuhkan tenaga kerja siap pakai. Pelaku dan tenaga kerja yang sudah adapun diharapkan dapat mengembangkan wawasan maupun pola pekerjaannya secara lebih optimal. Karyawan sebagai assets perusahaan sangat membutuhkan pengetahuan atas apa yang seharusnya dilakukan maupun pandangan-pandangan yang lebih dapat memotivasi diri untuk berkembang mewujudkan tujuan perusahaannya.

    Seorang Supervisor khususnya sebagai personal yang berkewajiban menggerakkan front liner sebagai ujung tombak perusahaan memainkan peran yang sangat penting dalam mempertanggung jawabkan pekerjaannya.

    Atas dasar hal tersebut, serta dalam rangka menyiapkan pengembangan Franchise mendatang, International Franchise Business Management (IFBM) yang berpengalaman sejak 1995 melakukan pelatihan professional Franchise, bersama-sama dengan pakar Pergurua Tinggi serta beberapa perusahaan Franchise merumuskan serta mendukung pengembangan suatu institusi pengembangan Sumber Daya Manusia yang dikenal dengan Franchise Academy Network.

    VISI
    Franchise Academy Network mempunyai visi untuk dapat memajukan bisnis Franchise di Indonesia.

    MISI
    Franchise Academy Network mempunyai misi untuk meningkatkan, mengoptimalkan dan memaksimalkan kinerja SDM yang akan mendukung bisnis Franchise.

    Berikut ini kami sampaikan Proposal dan Formulir Training Promo.

    Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

    Waskito Bagus M.,ST
    GSM : +62 815 111 37 108
    CDMA : +62 21 68 111 030

    Franchise Academy Network

    Jakarta Design Center BC 6th Floor
    Jl. Gatot Subroto Kav. 53
    Jakarta, 10260, Indonesia
    Phone : +62 21 535.9730

Comments

Note: This post is over 2 years old. You may want to check later in this blog to see if there is new information relevant to your comment.