Header

« Uji Kesiapan Anda | Home | Teliti Sebelum Membeli Waralaba »

Persiapan-persiapan Bagi Franchisor

By Tri Raharjo | February 26, 2008

Memfranchisekan usaha butuh persiapan matang. Apa saja dan darimana memulainya?

Franchise bukanlah usaha instan yang kapan mau bisa dijual. Bukan pula sebuah klaim franchisor atas usahanya. Memfranshisekan sebuah usaha butuh persiapan yang matang agar bisa diterima oleh para pembelinya. Apa saja persiapannya guna memenuhi persyaratan franchise yang tangguh?

Pertama, persiapan yang harus dilakukan adalah sebuah konsep bisnis. Mengapa konsep bisnis penting, karena menyangkut sistem yang akan berjalan sebagai roda otomatik operasional usaha . Konsep bisnis ini harus tangguh karena perlu dibuktikan oleh waktu. Lagipula, usaha tersebut harus menjadi pilot project yang akan direplikasi oleh franchisee nantinya. Dari sanalah munculnya standar operasional yang baku untuk bisnis tersebut pada setiap jaringannya.

Kedua, mempersiapkan tim manajemen yang kuat yang menguasai sistem waralaba dan masalah-masalah hukum serta etika franchise , dan juga yang punya kemampuan untuk mengendalikan dan mengawasi jaringan yang akan terbentuk nanti.

Ketiga, rumuskan differensiasi atau keunikan produk/jasa yang akan dijual. Tanpa differensiasi atau keunikan, sebuah produk tidak akan dilirik oleh konsumen. Keunikan ini pula yang nantinya akan menjadi pembeda dari pesaing sekaligus memudahkan penetrasi produk ke pasar. Usahakan pula agar produk tersebut tidak mudah ditiru. Keunikan tidak harus dari sisi produk (termasuk kemasan), bisa juga dari sisi layanan atau cara penyajian. Misalnya, memperlihatkan proses pembuatan produk secara terbuka (dapur terbuka) untuk sebuah resto atau café sehingga menjadi daya tarik (keunikan) di mata konsumennya.

Keempat, menyusun paket pendanaan. Perhitungan biaya-biaya yang akan dikeluarkan sangat penting agar pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

Kelima, persiapkan dokumentasi. Dokumentasi yang dipersiapkan tidak hanya yang menyangkut organisasi franchisor, tetapi juga dokumen-dokumen yang akan diserahkan atau dipinjamkan kepada franchisee. Dokumentasi yang siap disusun harus tergambar dalam visi organisasi dan implementasi konsep bisnis.

Keenam, penting juga melakukan konsultasi kepada jasa konsultan untuk memastikan berbagai persiapan yang dilakukan. Sekaligus, untuk memastikan legal audit atas HAKI merek dagang.

Sumber: www.plasawaralaba.com

Popularity: 4% [?]

Topik: Franchising |

Artikel Terkait:

One Response to “Persiapan-persiapan Bagi Franchisor”

  1. yuwono Says:
    October 17th, 2009 at 8:50 am

    mohon bantuan dan sarannya, karena saya ingin membuka franchise pijat. apa benar strategy saya dengan memasarkannya lewat blog ? untuk data-data franchise bisa Bapak Tri Raharjo lihat di blog saya : pijatkeluargasehat.wordpress.com
    Atas bantuannya, saya sampaikan terima kasih yang setulusnya.

    Salam hangat,
    Yuwono

Comments

You must be logged in to post a comment.