« Rhenald Kasali; Pilih Franchisee yang Punya Jiwa Entrepreneurship | Home | Lisensi dan Pengertiannya »
Entrepreneurship
By Tri Raharjo | May 28, 2008
Mengutip nasehat bijak menjadi manusia sukses dari Ibu DR Martha Tilaar, Beliau mempunyai resep yang diberi nama DJITU. Sebagai seorang tokoh sukses profil guru yang berjiwa entrepreneur, Beliau tidak pernah segan memberikan motivasi dan membagikan pengalaman suksesnya kepada semua orang. Resep ini selalu dijadikan pedoman untuk memotivasi menjadi manusia sukses. Menjadi entrepreneur sejati mesti menjadi manusia DJITU. DJITU merupakan filofosi hidup yang menganut arti dalam dan memerlukan kesugguhan hati untuk dapat menjalankannya. Manusia DJITU adalah manusia yang Disiplin, Jujur, Inovatif, Tekun dan Ulet.
Berbekal mental DJITU, maka seseorang memerlukan langkah action untuk memulai sebagai entrepreneur. Jangan memulai sesuatu dengan hal besar, di samping memerlukan usaha yang besar, juga mengandung resiko yang tinggi, tidak hanya tenaga, tetapi seringkali kehilangan modal dan bangkrut. Oleh sebab itu, maka hal yang harus dilakukan adalah think big, start small and act fast. Kata orang, bercita-citalah setinggi langit, tetapi mulailah setapak demi setapak, dan berlarilah kencang manakala kaki telah kuat dan capailah cita-cita dengan time frame atau target waktu yang jelas.
Berikut ini, kisah nyata, seorang anak laki-laki berusia 6 tahun ( sebut saja Andrew namanya), kedua orang tuanya pernah tinggal di luar negeri dan mendidik anaknya menjadi anak yang sangat mandiri. Pada usianya yang sangat muda, dengan menggunakan sepeda kecilnya pergi berobat ke dokter sendiri , membeli obat ke apotik dan dengan bimbingan orangtuanya, minum obat secara teratur, sendiri! Suatu kali, anak ini ingin sekali belibur ke Bali, dan Ibunya tidak mengabulkannya. “Kenapa Mama?”, tanyanya penuh rasa ingin tahu. Jawab Ibunya, “Andrew, tabungan Mama belum cukup”. Waktu berselang, Andrew main ke tetangga dekat, melihat seorang Ibu tetangga sedang membersihkan teras rumahnya. “Sore Tante, bisa Andrew Bantu?”, “ Ya, ya, masuklah…”, kata Ibu tetangga tadi. “Andrew sapukan halaman ya Tante”, katanya dengan suara kecil. Tak lama, bereslah rumah Ibu tetangga tadi, tetapi Andrew tidak bergeming duduk di teras terdiam. “Andrew kanapa?”, Tanya Ibu tetangga “Tante, Andrew kan sudah membantu Tante membersihkan rumah, jadi Andrew menunggu ongkosnya”, katanya penuh keyakinan. Sambil tersenyum, Ibu tetangga tadi masuk dan mengambil uang Rp.3.000 dan memberikannya kepada Andrew. Andrew sangat gembira, tatapi dia hanya mengambil Rp. 1.000, dan berkata “ Tante, terima kasih banyak, Andrew hanya minta Rp. 1.000 karena yang Andrew kerjakan hanya menyapu saja”. Dan, dikembalikannya Rp 2.000 kepada Ibu tetangga, sambil segera meraih sepedanya dan pulang menyerahkan uang kepada Ibunya, untuk ditabung berlibur ke Bali.
Banyak kisah nyata yang luar biasa dari Andrew ini, bahkan sebagai orang dewasapun tidak terpikirkan dengan ide-ide anak kecil ini. Hebat? Luar biasa? Jawabnya: biasa saja! Andrew, adalah contoh entrepreneur kecil yang karena bakatnya, dan kondisi lingkungannya, menjadikannya entrepreneur. Budaya kita, tidak medidik menjadi entrepreneur, tengok saja harapan orang tua kepada anaknya, sampai hari ini: besok kalau besar jadi direktur atau sekolah yang pintar biar gampang cari pekerjaan. Apabila memberi uang saku untuk anaknya, orang tua memberi pesan: jangan buat jajan ya, ditabung biar banyak! Tidak terpikirkan bahwa hal-hal tersebut tidak membiasakan anak-anak untuk berpikir entrepreneur. Semuanya given!
Membahas contoh di atas, disadari bahwa entrepreneurship nampaknya tidaklah sulit dipahami, tetapi sangat sulit dijalankan. Ada pendapat mengatakan, bahwa bila Anda menjadi pegawai dengan bayaran tetap lebih dari tiga tahun dan merasa betah, maka itulah gejala matinya jiwa entrepreneurship Anda. Untuk keluar dari status pegawai menjadi entrepreneur menjadi lebih sulit dibandingkan seseorang yang sejak awal telah memulai karirnya sebagai entrepreneur. Faktor utama penyebab sulitnya karyawan menjadi entrepreneur adalah keberanian menanggung resiko kegagalan. Berikut ini 12 Tips memulai menjadi entrepreneur:
? Entrepreneurship dapat dipelajari, mempelajari keberhasilan orang lain dapat menimbulkan inspirasi dan mencegah kegagalan orang lain terulang
? Entrepreneurship perlu disiplin diri, berteguh, tidak mudah excuse dan berubah pikiran
? Entrepreneurship perlu ketekunan, memulai dari yang kecil dan pilihlah sesuatu yang disukai, seperti juga misalnya bermula dari hobi
? Entrepreneurship perlu time frame kapan harus diselesaikan dan target hasil yang diharapkan
? Entrepreneurship perlu “mimpi”, agar diperoleh ide-ide, seseorang memerlukan wawasan yang luas, buka pikiran dan berpikir dengan bersih tanpa praduga sehigga dapat diperoleh ide-ide baru
? Entrepreneurship adalah pencarian opportunities, peluang-peluang tidak harus sesuatu yang sangat baru, seringkali muncul dari hal-hal situasional
? Entrepreneruship perlu focus, melahirkan sesuatu dan tekuni hingga berhasil. Banyak entrepreneur terlalu bersemangat dan melahirkan banyak bisnis tetapi tidak terawat dan akhirnya kerdil
? Entrepreneurship adalah learning, kegagalan bukan berarti akhir dan terus mencoba dan mencoba, pengalaman adalah aset berharga
? Entrepreneur tidak bisa menunggu, mulailah segera jangan ditunda, just do it!
? Entrepreneurship adalah investasi, hasil yang diperoleh kebanyakan tidak instant, perlu kesabaran dan keyakinan yang tinggi
? Entrepreneurship tidak latah, jangan ikut-ikutan dan menjadi opportunist. Entrepreneur sejati memiliki jati diri dan uniqueness
? Entrepreneurship memerlukan soul, seluruh teori entrepreneurship tidak akan terealisasi bila tidak dijalankan dengan kesungguhan hati dan penuh semangat.
Semoga tulisan ini menjadi inspirasi dan menggugah lahirnya entrepreneur-entrepreneur baru di bumi pertiwi ini, karena dari tangan orang-orang inilah akan tercipta lapangan kerja tidak terbatas, dan akan memberikan kontribusi mengurangi beban pengangguran karena keterbatasan jumlah lapangan kerja. Akhirnya, semoga negara ini menjadi sejahtera karena berekonomi entrepreneur. Semoga.
Sumber: Majalah Info Franchise 021-88295632/34, www.majalahfranchise.com
Popularity: 10% [?]
Topik: Entrepreneurship |
Artikel Terkait:
- Rhenald Kasali; Pilih Franchisee yang Punya Jiwa Entrepreneurship
- Widyatama Selenggarakan Kuliah Umum Entrepreneurship
- Mitos Seputar Bisnis Waralaba (2)
- Brand Building di Bisnis Franchise
- Tren Franchise 2010
Comments
You must be logged in to post a comment.












