« “Happy Problem” Memasarkan Franchise | Home | Waralaba layak cermati pemasaran online »
“Kelabakan” Mengelola Jaringan Waralaba
By Tri Raharjo | September 4, 2008
Ketika jumlah outlet kita sudah mencapai puluhan maka franchisor biasanya mulai “kelabakan” mengelola organisasinya. Bagaimana membangun sistem untuk mengontrol bisnisnya?
Di penghujung Agustus lalu, ada sebuah cerita menarik. Sabtu pagi itu, putra saya Raditya mengajak berenang, “ayah enang, ayah enang …” ungkapnya. Maklum putra saya baru berumur dua tahun lebih dan baru belajar bicara. Tak lama kemudian kami bergegas ke kolam renang tak jauh dari kediaman kami. Selama satu jam lebih kami berwisata air untuk “memanjakan” putra kami. Selesai berenang, perut tak bisa diajak kompromi lalu kami mencari makanan ringan. Tampak berbagai jenis makanan tersedia, bahkan dari deretan penjaja makanan beberapa merek franchise juga ada mulai dari crapes, burger, bahkan sampai minimarket.
Lalu, Saya memesan semangkok mie. Sambil menyantap makanan, saya membuka pembicaraan dengan penjualnya. Singkat cerita, dari pembicaraan tersebut terungkap bahwa penjual mie tersebut pernah mengambil usaha franchise makanan (gerobak) “tapi sekarang sudah tutup,” terangnya. Sontak saya kaget, Kenapa tutup Pak? “Kurang laku mas, pembeli lebih suka makan di tempat biasa yang nggak bermerek soalnya gak berkesan mahal. Waktu itu, saya pikir salah tempat tapi ternyata beberapa kali pindah tempat hasilnya sama dan kadang terlambat kirim barangnya,” ujar-nya.
Cerita di atas merupakan bagian kecil dari bisnis waralaba. Namun, menilik cerita di atas ada satu pembelajaran yang positif yang dapat dipetik. Pertama, Pasar franchise atau BO kelas gerobak boleh dikatakan sangat price sensitive dan cenderung tidak peduli dengan merek sehingga untuk mensiasatinya diperlukan strategi harga yang baik. Kedua, lemahnya sistem bisnis yang dibangun sehingga acap kali terjadi keterlambatan pengiriman produk yang berdampak ke penurunan penjualan hingga penutupan gerai. Dalam berbisnis waralaba misi baik saja tidak cukup, tapi perlu didukung oleh sistem bisnis yang kokoh sehingga tercipta hubungan bisnis yang saling menguntungkan.
Sistem Bisnis
Dalam membangun sistem bisnis waralaba, agaknya kita perlu mendengar perkataan Bambang N. Rachmady dalam bukunya Franchising The Most Practical and Excellent way of succeeding. Bambang menyebut, bahwa McDonalds tidak semata-mata menjual merek kepada franchisee. Merek hanyalah salah satu kunci sukses. Kunci sukses yang lain adalah sistem. Sistem di sini mencakup Manajemen Produksi, Keuangan, Pemasaran, alur pasokan dan logistik (suplay chain), serta sumber daya manusia.
Poin-poin di atas tentunya perlu diperhatikan. Terlebih ketika jumlah outlet kita sudah mencapai puluhan maka franchisor biasanya mulai “kelabakan” mengelola organisasinya. Maka diperlukan sebuah sistem untuk mengontrol bisnisnya agar tetap sustainable dan profitable. Ada beberapa catatan yang saya tangkap ketika bertemu dengan berbagai franchisor dari berbagai bidang usaha. Saya mencoba menyederhanakan langkah-langkahnya:
1. Sebelum membangun sistem dan aturan main, sebaiknya Anda memotret semua problem yang sering timbul di lapangan terlebih baik di organisasi franchisor maupun permasalahan di gerai franchisee guna merumuskan langkah-langkah selanjutnya.
2. Sistem yang akan dibangun sebaiknya win buat franchisor, win juga buat franchisee. Bahkan seorang franchisor yang cerdik, dalam memperbaiki sistem bisnisnya merubah sementara mindset-nya menjadi franchisee sehingga ketemu benang merah dalam membuat system yang baik.
3. Supaya sistem bisnis berjalan dengan baik Anda harus jauh-jauh menghilangkan “ewuh pekewuh” kepada seluruh mitra Anda. Segala sesuatu permasalahan harus mengacu kepada system yang telah ditetapkan.
4. Kontrol dan monitor secara berkala untuk menjamin bahwa system berjalan dengan baik.
5. Gunakan tehnologi IT untuk mempermudah pekerjaan. Baik sistem order, penjualan, stok barang, laporan keuangan, dll.
6. Untuk memperlancar pembayaran baik franchise fee, royalti fee, produk, dll gunakan sistem bloking (memakai IT system), Jadi bila terjadi pembayaran yang tertunda pihak finance dapat mem-bloking pemesanan barang.
7. Sosialisasikan system secara gradual sehingga semua franchisee mau menerima penerapan system untuk kelanggengan dan kemajuan bisnis Anda.
Untuk sukses membangun kerajaan bisnis waralaba, tentu catatan di atas dapat membantu Anda dalam membangun system yang kokoh dan teruji. Selamat Berbisnis & Menjalankan Ibadah Puasa.
Salam Franchise,
Tri Raharjo, Pemimpin Redaksi
Majalah Info Franchise
www.majalahfranchise.com
Popularity: 15% [?]
Topik: Salam Franchise |
Artikel Terkait:
- Franchisee satisfaction is everything
- Arti Penting Identitas Korporat
- Local Promotion, Must Make Money
- 10 Waralaba raih Top Franchise
- Jadikan Website Sebagai Salesman Franchise Anda!













September 25th, 2008 at 7:11 pm
Saya sangat setuju akan langkah dan saran mas Tri dan banyak hal yang saya bisa tangkap dari pencerahan artikel diatas semoga ini dapat menambah kasana dan langkah kami dalam ‘menyiarkan’ model bisnis yang kami sedang kembangkan dan salam sahabat dari kreditmart
September 30th, 2008 at 6:16 am
saya punya salon kecantikan khusus wanita dengan menyajikan menu jasa utama Facial Senam Wajah, Alhamdulillah Omset 500.000-700.000/hari salon kami sudah berjalan 2 tahun, bagaimana cara memfranchise kannya? sebab saya melihat ada peluang untuk salon atau ibu rumah tangga hanya dengan modal 20jt sudah bisa mulai, kalau saya pasang iklan di majalah fanchise berapa biaya iklannya? terimakasih telp. 0778-7016250 Azzumi Salon.
October 17th, 2008 at 8:58 am
mau tanya konsultan franchise di surabaya ada dimana? saya mau mencoba memfranchisekan usaha rumah makan saya, udah berjalan 5 tahun 6 outlet
October 18th, 2008 at 5:22 pm
Apa kabar Pak Jonet,
Anda bisa menghubungi The Bridge Franchise Consultant & Agency
Jakarta
Century Tower, 8th Floor, #809
Jl. HR. Rasuna Said X-2 Kav. 4
Jakarta 12950 - DKI Jakarta
Tel. : +62 21 - 2526111
Fax. : +62 21 - 2521007
Email :
jakarta@bridgefranchise.com
Surabaya Consultant Office
Jl. Klampis Jaya 33 L
Surabaya 60117 - Jawa Timur
Contact : Helen Novalisa L
Tel. : +62 31 596 7077
Fax. : +62 31 596 7177
Surabaya Agency Office
Ruko Taman Beverly 10 - 11
Jl. HR. Muhammad 49 - 55
Surabaya 60189 - Jawa Timur
Tel. : +62 31 734 4060
Fax. : +62 31 734 4059
Email :surabaya@bridgefranchise.com
Selamat Memfranchisekan usaha
Salam Franchise,
Tri Raharjo
September 12th, 2009 at 4:30 pm
saya punya usaha mewarna ulang pakian di jepara. saya kepingin bisa aya waralabakan. apa yag harus saya persiapkan? tq