Header

« Waralaba layak cermati pemasaran online | Home | Franchise 2009 »

Franchisee ’’Naik Pangkat’’ jadi franchisor

By Tri Raharjo | November 13, 2008

Fenomena franchisee menjadi franchisor semakin meningkat. Apa alasan mereka memutuskan jadi franchisor?

Di pameran franchise JCC Jakarta, 24-26 Oktober silam saya bertemu salah satu franchisor bisnis pendidikan. Dari obrolan singkat ada ucapan yang menarik di telinga saya. Pasalnya, franchisor tersebut berperan ’’ganda’’ ya franchisor sekaligus juga franchisee sebuah franchise pendidikan yang sudah kesohor puluhan tahun. Kok Bisa? Tanya saya. “Sebelumnya diijinkan oleh franchisor karena bidang jasa pendidikan yang ditawarkan berbeda dengan bisnis franchise yang saya tawarkan,” ungkapnya.

Hal senada juga saya temui di pameran franchise di Bandung beberapa bulan lalu. Master Franchisee usaha burger mulai memasarkan konsep Business Opportunity sebuah produk ayam tulang lunak. Selidik punya selidik, master franchisee tersebut menjawab. ”Bisnis burger sekarang lesu, saya coba pasarkan bisnis baru milik saya sendiri,” terangnya. Cerita yang sama juga saya temui di kota pahlawan Surabaya. Seorang franchisee Bimbingan Belajar sekarang memiliki franchise SPA.

Inilah potret kecil dari bisnis waralaba di Indonesia. Dan saya melihat fenomena franchisee menjadi franchisor semakin tinggi meskipun dengan latar belakang pemikiran yang berbeda. Hal ini tentu, tidak bisa dielakan. Bahkan beberapa franchisor kenamaan seperti Bimada (Bakmi Raos), Cak Eko juga berasal dari franchisee.

 Penyebab Franchisee Jadi Franchisor
Dari pengamatan saya, ada beberapa faktor yang menyebabkan franchisee ’’naik pangkat’’ jadi franchisor antara lain:
•    Pertama, Saya melihat ada sebagian franchisee memang dari awal berniat belajar bisnis franchise dari merek-merek besar yang relatif sudah memiliki pengalaman dalam membangun bisnis franchise. Dengan case study secara langsung dari merek-merek yang terbaik, mereka dapat mengaplikasikannya pada bisnis franchisenya sendiri dan tentunya berbeda produk atau jasa sehingga tidak menyalahi aturan atau perjanjian yang telah disepakati dengan franchisornya.
•    Kedua, Saya melihat ada sebagian franchisee yang dikecewakan oleh franchisornya baik dari sisi support produk, training SDM, sistem manajemen, promotion, dll. Akibat kekecewaan tersebut, franchisee mencoba meng-create bisnis serupa atau bisnis baru lainnya tanpa membeli hak waralaba.
•    Ketiga, Para franchisee tersebut yakin dengan konsep franchise. Artinya, Mereka merasakan kehabatan sistem franchise sehingga memunculkan ide untuk mengembangkan merek sendiri. Dilihat dari kacamata bisnis memang sah-sah saja tapi tentunya perlu mengedepankan etika dan tidak melanggar perjanjian yang telah disapekati.

Bagi pewaralaba faktor kekecewaan franchisee harus menjadi perhatian serius untuk dibenahi. Ada beberapa faktor kekecewaan yang harus diperhatikan antara lain: Penjualan produk atau jasa tidak mencapai target, Keuntungan tidak sesuai dengan proyeksi yang digambarkan franchisor, Kualitas produk yang menurun, Bahan baku yang di-supplay franchisor lebih mahal dari harga di pasar, Kualitas SDM yang disiapkan franchisor kurang baik dan terakhir biaya investasi yang terlalu mahal.

Selain serius menghindari kekecewaan tersebut di atas, hal-hal lain yang bisa dilakukan tentu perlu ada upaya proteksi baik dari sisi aspek legal, merek, ataupun rahasia bisnis lainnya dan yang paling utama tentunya sebuah misi yang luhur harus tetap menjadi No.1 bagaimana mensukseskan para franchisee Anda. Selamat Berbisnis!

Salam Franchise,
Tri Raharjo, Pemimpin Redaksi
Majalah Info Franchise
www.majalahfranchise.com

Popularity: 8% [?]

Topik: Salam Franchise |

Artikel Terkait:

4 Responses to “Franchisee ’’Naik Pangkat’’ jadi franchisor”

  1. Shafarudin Says:
    November 19th, 2008 at 7:56 am

    Klo saya boleh tau syarat2 ikutan franchise gimna??

  2. vanhas Says:
    December 4th, 2008 at 5:33 am

    mas ni mau tnya….syukur saya sdh pnya usaha dibidang pakaian tau produksi kaos bisa dibilang distro atau clothing utk bahasa kerennya…pertanyaannya apakah bisa usahaku ini dibuat franchise dan bagaimana pula sistemnya..???sebelumnya terima kasih banyak…vanhas di kudus hp: 085640229722

  3. yudi Says:
    January 27th, 2009 at 3:50 pm

    mantap!..webnya sangat menarik..ijin baca2 dulu boss

  4. mebelanda.com Says:
    December 31st, 2009 at 1:55 pm

    ingin jadi franschisor.

Comments

You must be logged in to post a comment.