Header

« Franchise 2009 | Home | Brand Building di Bisnis Franchise »

Konvensional No, Franchise Yes

By Tri Raharjo | January 19, 2009

Sstt… pelan tapi pasti franchise sudah jadi trend besar dalam strategi percepatan pertumbuhan gerai. Bahkan, melalui franchise akan memodernkan jalur distribusi produk Anda. Bagaimana lika-liku awal memfranchisekan usaha?

Tak perlu analisis yang tajam guna mengetahui kehebatan konsep waralaba. Coba tengok di sekitar rumah Anda. Pasti dengan mudahnya Anda menemukan gerai Alfamart atau Indomaret. Ya, kedua raksasa waralaba minimarket ini memang patut diacungi jempol, Pasalnya, melalui pola waralaba mereka dengan cepat menggurita ke berbagai daerah khususnya di Jawa. Bahkan, jumlah kedua minimarket ini mencapai angka lebih dari 6.000 gerai, wow..!

Itu baru secara kasat mata, bahkan kalau ditelisik lebih dalam, pelan tapi pasti kehadiran waralaba minimarket ini sudah menggeser behavior konsumen Indonesia dari pasar kelontong ke pasar modern. Tidak hanya itu melalui waralaba, Anda dengan cepat dapat memodernkan jalur distribusi produk Anda. Yang tak kalah penting tentunya kemudahan Anda dalam memonitor dan mengkontrol bisnis Anda. Ini bukti nyata bahwa melalui franchise bisnis akan lebih berkembang dengan cepat.

Tidak hanya itu saja, dengan kekuatan jaringan seluruh mitra atau franchisee banyak perusahaan yang bukan siapa-siapa kemarin, bisa menjadi perusahaan yang brilian gara-gara pola franchise bahkan beberapa perusahaan mulai ketar-ketir gara-gara franchise. Suka tidak suka bisnis ini terus tumbuh. Tentu jika Anda masih dalam paradigma konvensional tentu Anda akan ketinggalan lokomotif perubahan dari serbuan para kompetitor yang agresif berekspansi menggandeng investor.

Kesuksesan pola franchise tidak hanya di sektor minimarket saja. Coba tengok, Apotek K-24 di tahun 2005 hanya 10 gerai per November 2008 sudah mencapai 95 gerai. Multiplus sejak difranchisekan 2003 gerainya membiak hingga 114 gerai di 25 kota. Yang menakjubkan lagi, Veneta system, Auto Bridal, Taman Sari royal Spa, Es Teler 77 dan Kebab Turki Babarafi berhasil melenggang ke pasar internasional.

Sektor lainnya juga tumbuh sangat signifikan seperti: Cuci Mobil, Refill Center, Travel, Kursus Bahasa Inggris, Bengkel, Sekolah, Coffe Shop, Restaurant, Laundry, SPA, Pijat Refleksi, Salon, dll. bahkan dengan mudahnya kita temui outlet-nya dimana-mana. Saya yakini megatren ini akan terus menghempas para pola konvensional ”bak gelombang tzunami”.

Bahkan, tren entrepreneur muda sekarang lebih menyukai pola waralaba. Ini terlihat dari program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) yang tayang di Metro TV, terlihat juara dari WMM disabet oleh pebisnis muda franchise. Tidak hanya itu, di berbagai kesempatan saya mengisi seminar kewirausahaan dan franchise sering saya temui banyak pengusaha muda yang sudah ancang-ancang terjun ke bisnis ini.

Trend ini jelas juga berdampak yang positif terhadap franchisee, pola ini juga diyakini sebagai jalan pintas menjadi pengusaha. Melalui waralaba mereka tidak perlu repot-repot berbisnis dari nol, karena menggunakan merek yang sudah memiliki reputasi di pasar. Tak ayal, setiap tahunnya muncul ribuan pengusaha baru untuk menjadi franchisee atau mitra bisnis waralaba.

Melihat potensinya yang besar, saya melihat waralaba bisa menjadi jamu yang mujarab untuk persolan pengangguran di Indonesia. Pasalnya, melalui waralaba duplikasi jadi pengusaha baru (franchisee) relatif lebih mudah dan cepat. Sudah selayaknya, para calon pemegang kekuasaan di negeri ini melirik bisnis franchise sebagai program untuk mengatasi pengangguran dan sekaligus penciptaan pengusaha-pengusaha baru.

Mulai Mewaralabakan

Diakui beberapa franchisor, ketika mau memfranchisekan usaha ada kekuatiran gerai franchise nanti tidak mampu menjaga standar kualitas yang sudah ditetapkan, bahkan yang lebih ekstrim lagi resep bisnisnya akan di-copy oleh mitra atau franchisee. Jangan takut akan hal ini, untuk menjaga kualitas sebaikanya Anda membuat standart baku terhadap bisnis Anda dan kunci resep bisnis Anda. Lakukan monitoring dan kontroling terhadap franchisee Anda. Lalu apa saja kendala dan keuntungannya? Berikut ada 5 (lima) kendala & keuntungan berbisnis franchise.

5 Kendala awal memfranchisekan usaha
1. Kesulitan mendapatkan franchisee.
2. Brand awareness yang rendah.
3. Franchisee tidak mau terlibat secara langsung dalam bisnisnya.
4. Franchisee tidak mau menjalankan SOP dengan baik.
5. Franchisee belum paham mengenai bisnis franchise, sering dianggapnya franchise seperti menaruh uang di deposito, uang bisa berputar dengan sendirinya.

5 Keuntungan menggunakan pola waralaba

  1. Dengan waralaba memungkinkan percepatan pertumbuhan gerai dengan memakai dana dan tenaga dari franchisee. Bahkan melalui waralaba bisnis Anda bisa ekspansi tidak hanya skala lokal dan regional bahkan global.
  2. Membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.
  3. Motivasi franchisee untuk sukses jauh lebih baik dibanding dengan manager atau karyawan. Bahkan franchisee akan membantu secara knowledge pasar di setiap outlet-nya
  4. Mendapat revenue dari franchise fee, royalti fee atas penjualan produk atau jasa.
  5. Franchisor memiliki buying power kepada suplayer jauh lebih besar.

Ya.. jika dibandingkan kendala dan keuntungannya pastinya pola waralaba sangat menjanjikan bagi perkembangan bisnis Anda. Tentu market Indonesia masih terbuka lebar untuk memfranchisekan usaha Anda. Selamat Berbisnis!

Salam Franchise,
Tri Raharjo, Pemimpin Redaksi
Majalah Info Franchise
www.majalahfranchise.com

Popularity: 14% [?]

Topik: Salam Franchise |

Artikel Terkait:

2 Responses to “Konvensional No, Franchise Yes”

  1. wahyu Says:
    June 5th, 2009 at 11:01 am

    bagai mana cara memfranchisekan usaha kita?

  2. Tri Raharjo Says:
    July 16th, 2009 at 4:37 am

    Dear Bapak wahyu,

    untuk memfranchisekan sebuah usaha ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

    Pertama, usaha yang Anda bangun harus sukses dahulu. Ukuran sukses tidak hanya dalam hitungan bulan. Paling tidak, franchisor perlu membuktikan masa sukses usahanya dalam tiga tahun terakhir. Kurang dari itu, belum menjadi reason bagi bagi calon investor untuk membelinya.

    Kedua, memastikan bahwa franchisee bisa berhasil. Artinya, usaha yang dibangun oleh franchisor sangat menguntungkan dan trennya memperlihatkan kinerja penjualan yang terus meningkat. Jangan sampai niatan Anda hanya sekedar untuk mendapatkan franchise fee atau menerapkan target jangka pendek tanpa mempertimbangkan faktor franchisee.

    Ketiga, bisnis tersebut bisa dioperasikan oleh investor. Anda atau staf Anda harus bisa melatih calon investor untuk menjalankan usaha tersebut dalam waktu yang tidak terlalu lama.

    Keempat, Anda harus punya petunjuk manual untuk semua operasi usaha, baik harian, mingguan dan bulanan.. Tujuannya, agar franchisee bisa menjalankan usaha tersebut sesuai petunjuk manual secara sistimatis seperti yang Anda lakukan untuk mencapai hasil yang maksimal.

    Kelima, produk yang Anda jual harus punya daya tarik pasar dalam jangka waktu yang panjang. Sejumlah produk memiliki lifecircle yang sangat pendek, terutama untuk produk-produk fesyen. Anda harus memikirkan konsep produk sehingga bisa bertahan lama di pasaran. Karena itu, produk Anda harus punya differensiasi atau keunikan tersendiri.

    Keenam, Bisa dijalankan di berbagai tempat. Artinya, usaha tersebut bisa dijalankan di berbagai tempat sesuai dengan persyaratan usaha dan bisa dipindahkan lokasinya ke tempat lain, termasuk juga ke luar negeri.

    Ketujuh, usaha Anda harus punya potensi pasar yang cukup agar bisa dinikmati oleh para franchisee. Dalam hal ini, franchisee juga harus bisa meraih laba yang wajar setelah menyetorkan modal pertamanya untuk pendirian usaha. Jangan sampai margin yang ditarik franchisor terlalu tinggi sehingga merugikan franchisor.

    Kedelapan, Usaha tersebut sudah didaftarkan dengan nama atau mereknya. Ini harus dilakukan tidak hanya untuk melindungi usaha Anda, tetapi juga para franchisor yang menggunakan merek Anda.

    Terakhir, sebagai franchisor Anda harus punya SDM dan sumber dana yang memadai untuk men-supporst usaha Anda ke depannya.

    Untuk lebih jelasnya step by stepnya bisa membaca Majalah Info Franchise Edisi Juni, disana ada buku panduan mewaralabakan usaha.

    Untuk pemesanan bisa menghubungi saudara Fitri 021-6890 2990, http://www.infofranchiseshop.com

    Terima Kasih

Comments

Note: This post is over a year old. You may want to check later in this blog to see if there is new information relevant to your comment.