Header

« Support Franchisor, “Nyawa’’ bagi Franchisee | Home | Membangun Kemesraan, Supaya Tidak Berlalu! »

Belajar dari “Hamburger University”

By Tri Raharjo | May 17, 2009

“If we are going to go anywhere, we’ve got to have talent. And, I’m going to put my money in talent.” Hamburger University continues to promote that philosophy, everyday. -Ray Kroc-

Akhir Maret lalu, saya berbincang dengan seorang franchisor di bidang restoran siap saji. Singkat cerita, franchisor tersebut sedang kebanjiran calon franchisee yang ingin gabung dengan franchisenya. ”Ada 20 lebih calon mitra yang ingin gabung dari berbagai daerah namun terpaksa saya tunda karena SDM belum siap”, ungkapnya.

Pastinya permasalahan serupa, sering saya temui di berbagai kesempatan. Ya, selain Anda membangun merek, system dan memberikan support yang optimal, membangun SDM tidak bisa dihindari bahkan jika franchise Anda diisi oleh orang-orang yang tepat dan kompeten pastinya perkembangan bisnis Anda akan lebih cepat.

Hal senada juga diungkap oleh Ray Kroc, Mc Donald’s  “If we are going to go anywhere, we’ve got to have talent. And, I’m going to put my money in talent.” Hamburger University continues to promote that philosophy, everyday.

Franchise di Indonesia sudah saatnya belajar dari MC Donald’s dengan Hamburger University.  McD percaya, jika karyawannya tidak bagus maka tidak akan ada outletpun yang bagus. Bahkan McD meyakini betul bisnisnya itu tidak semata menjual produk, tapi juga menjual layanan.

Terkait dengan    pentingnya SDM, McD menyadari dengan membuat Hamburger University (HU) yang didirikan oleh Fred Turner dan Ray Crock’s sejak 1961 dengan tujuan mendapatkan tim manajemen restoran yang terlatih dengan baik. HU dibangun mulai dari basement McDonald’s di Elk Grove Village, Illinois USA. Tidak tanggung tanggung pada tahun 1983, McDonald’s menginvestasikan $40 juta untuk membangun Hamburger University.

HU menempati area seluas 320.00 m2, dengan didukung 19 orang profesor yang ahli dibidang restoran. Selain di USA, pusat pelatihan ini juga tersebar di Sydney, Munich, London, Tokyo, Hong Kong dan Brasil. Semua memakai Hamburger University’s Global Learning Approach, yang memperbolehkan bahan-bahan latihan diintegrasikan ke dalam bahasa dan kebudayaan berbeda.

HU merupakan pusat pelatihan dan pengembangan bagi manager, mid-managers dan owner/operators. HU setiap tahunnya meluluskan 5.800 crew/pegawai lulus dengan gelar Bachelor of Hamburgerology. bahkan hingga sekarang HU sudah meluluskan 800.000 orang lebih.

Program-program pelatihannya ditekankan untuk pencapaian sistem yang dikenal dengan “QSC&V” Quality, Services, Cleanliness & Value (nilai tambah yang diberikan kepada customer). Dengan konsep ini, customer di seluruh dunia mendapat experience yang sama baik kualitas produk, keramahan pelayanan, kebersihan dan berbagai layanan lainnya di setiap outlet.

Franchise Lokal
Franchise lokal di Indonesia, meskipun belum sehebat Mcdonald’s dengan Hamburger University-nya, saya melihat beberapa pemain mulai serius mengembangkan training center untuk kebutuhan franchisenya. Bahkan membangun classroom untuk ruang training hingga membuat mockup store di kantornya.

Pelatihan tentu sangat penting, karena pada saat awal franchisee bergabung sudah tentu mereka belum memahami bisnisnya. Di Indonesia training biasanya dibagi menjadi dua bagian, pertama initial training sebelum pembukaan outlet dan kedua training lanjutan atau advance training setelah pembukaan outlet.

Beberapa materi yang bisa Anda berikan kepada franchisee Anda sebagai berikut: Mulai dari pengenalan company culture, corporate identity, standard interior dan eksterior, product knowledge, customer services, manajemen pegawai, salesmanship, marketing & promotion bahkan hingga kepuasan pelanggan. Hal-hal teknis yang bisa Anda berikan mulai dari: pelatihan administarsi, pajak & keuangan, pelatihan software/Computer, pelatihan Warehouse dan inventory, daily store operation prosedure, dll.

Untuk advance training, Anda dapat memberikan: Analisa sales, analisa product, analisa pesaing dan pasar, trik meningkatkan penjualan, handling people, handling complaint, leadership skill, problem solving, couching & counseling, dll.

Tentu membangun “Universitas” franchise Anda tidak mudah, seorang franchisor harus memiliki treatmen khusus terlebih di Indonesia dengan keragaman budaya tentu masing-masing daerah memiliki sifat yang khas dan perlu diciptakan materi yang lebih gampang dimengerti dan diaplikasikan. Selamat Membangun universitas di bisnis Anda!

Salam Franchise,
Tri Raharjo, Pemimpin Redaksi
Majalah Info Franchise
www.majalahfranchise.com

Popularity: 9% [?]

Topik: Salam Franchise |

Artikel Terkait:

2 Responses to “Belajar dari “Hamburger University””

  1. KipwrisataK Says:
    June 1st, 2009 at 6:40 am

    Good afternoon! Kyivska prostitute information there. outside sex men. I am pleased to welcome you to its website, prostitutes Kiev - Fish. You can visit my blog.

  2. Administrator Says:
    July 16th, 2009 at 4:31 am

    tes

Comments

You must be logged in to post a comment.