Header

« Membangun Kemesraan, Supaya Tidak Berlalu! | Home | Franchise “ATM” »

Lari dari “BOM Waktu” Kegagalan!

By Tri Raharjo | July 15, 2009

Membangun Kerajaan Franchise (06)
Lari dari “BOM Waktu” Kegagalan!

Untuk sukses membangun kerajaan franchise ada dua poin utama, yang patut Anda catat. Pertama mencontoh apa yang dilakukan oleh franchisor sukses. Kedua menghindar dari kesalahan para franchisor yang gagal.

Pada saat pameran franchise di Semarang 22-24 Mei silam, saya bertemu dengan salah satu pembaca Majalah Info Franchise, Ia bertanya berapa persen franchisee yang gagal di Indonesia. Lalu, saya menjawab, di Indonesia belum ada penelitian mengenai tingkat kegagalan di bisnis franchise. Saya katakan, masing-masing merek tingkat kegagalan franchisee sangat beragam. Dari amatan saya ada yang hanya tingkat kegagalannya 2%, ada ada juga yang 3%, 12%, 15%, 23% bahkan ada yang hingga 30%.

Memang dalam bisnis tidak ada garansi akan kesuksesan. Namun, berapa persen tingkat kewajaran dari sebuah bisnis franchise akan kegagalan. Nah pertanyaan ini patut dijawab oleh setiap franchisor? Faktor kewajaran seperti apa yang ditoleransi? Nah ini yang harus dirumuskan, ada yang mengatakan tingkat kewajaran kegagalan bisnis franchisee maksimal 10% dari total keseluruhan franchiseenya atau boleh dibilang 90% sukses.

Kalau dari angka kegagalan tersebut tentu ada beberapa faktor penyebabnya. Dari amatan saya ada beberapa penyebab yang bisa dialami oleh gagalnya bisnis franchise. Setidaknya ada tiga penyebab, ketiga faktor tersebut antara lain:

1. Faktor Franchisor
2. Faktor Franchisee
3. Faktor Market/Pasar

Dari ketiga faktor tersebut franchisor memiliki peran yang paling besar mempengaruhi tingkat kegagalan. Setelah itu baru franchisee dan pasar. Ada yang merumuskan faktor franchisor bisa mempengaruhi tingkat sukses dan gagal bisnis franchise hingga 50%, franchisee 25% dan faktor market 25%. Tentu, masing masing merek mempunyai penilaian sendiri akan rumusan yang tepat dalam bisnis franchisenya.

Kalau dilihat dari sisi franchisor ada beberapa faktor kesalahan yang bisa berubah jadi kegagalan yang harus dihindari yakni:

  1. Franchisor serakah memungut franchise fee, tanpa melihat faktor kesuksesan franchiseenya.

  2. Kesalahan merekrut franchisee yang asal asalan tanpa melihat kriteria franchisee yang ideal, hal ini sering terjadi pada saat awal awal memulai memasarkan franchise.

  3. Lemahnya sistem control & monitoring terhadap outlet franchisee.

  4. Kelemahan pada divisi R&D

  5. Training yang asal-asalan

  6. Perjanjian yang tidak tegas dan jelas

  7. Sistem operasional yang terlalu rumit.

  8. Pemilihan lokasi asal, tidak ada standarisasi dalam pemilihan lokasi

  9. Dll.

Lalu apa saja kalau dilihat dari franchisee,

  1. Franchisee menganggap bisnis yang sedang dijalankan bukan bisnisnya sendiri melainkan bisnisnya franchisor, jadi dalam menjalankan bisnis tidak sepenuh hati.
  2. Franchisee tidak mau mengikui peraturan atau standar baku yang sudah ditetapkan oleh franchisor
  3. Franchisee merasa bisnis waralaba sebagai ajang coba coba, terlebih untuk bisnis skala kecil tentu hasilnya akan coba-coba.
  4. Franchisee menganggap bahwa dengan membeli bisnis franchise pasti untung atau tinggal ongkang ongkang kaki.
  5. Pemilihan lokasi yang asal tanpa memikirkan efek dari pemilihan lokasi tersebut.
  6. Memakai uang usaha untuk kepentingan pribadi.
  7. Dll.

Solusinya Apa?

Lalu bagaimana kalau bisnis kita sudah berjalan, sementara franchisee-franchisee kita banyak yang tidak mencapai target bahkan tidak balik modal hingga membuat franchisee tidak mau memperpanjang masa franchisenya. Nah pertanyaan ini yang harus segera diselesaikan solusinya. Tentu kalau tidak segera lari menyelesaikan akan menjadi “BOM WAKTU” terhadap merek franchise Anda. Saya melihat ada beberapa cara yang dilakukan beberapa franchisor untuk melakukan recovery untuk beberapa kasus semacama ini.

  • Tetapkan tingkat batas wajar franchisee yang gagal tidak melebihi dari 5%, dari total keseluruhan gerai yang berarti tingkat kesuksesan bisnisnya 95%.
  • Buatlah analisa bisnis dari keseluruhan existing franchisee, lalu buatlah report secara tertulis dan mendetail apa saja faktor kesuksesan dan kesalahan dari masing franchisee, lalu buatlah penggolongan franchisee Anda.
  • Buatlah tim khusus untuk merecovery bisnis franchisee yang kurang berhasil, yang terdiri dari tim marketing, operation, SDM & finance.
  • Lakukan pendampingan ulang selama masa periode tertentu untuk memulihkan franchisee yang kurang berhasil sampai outlet berjalan dengan maksimal. Setelah pulih kembali baru diserahkan ke franchisee dengan melakukan control yang lebih ketat.
  • Jika dari hasil pendampingan juga tidak mencapai hasil yang diinginkan, buatlah policy khusus atau ambil keputusan dengan mengedepankan citra dari bisnis franchise Anda.
  • Kesalahan yang dibuat franchisee maupun franchisor bukan jalan buntu menuju keberhasilan. Pasalnya, setiap kesalahan punya nilai sendiri bagi pelakunya. Adakalanya kesalahan menjadi jurang yang dibuat sendiri sehingga mengakibatkan kegagalan. Tetapi, ada pula kesalahan justru menjadi alat belajar paling efektif sehingga pelakunya merubah pola berbisnisnya, sehingga dari situ lahir keberhasilan yang gemilang. Namun, apapun output-nya, kesalahan dalam bisnis harus segera diperbaiki. Selamat Berbisnis!

    Salam Franchise,
    Tri Raharjo, Pemimpin Redaksi
    Majalah Info Franchise
    www.majalahfranchise.com

     

    Popularity: 10% [?]

    Topik: Salam Franchise |

    Artikel Terkait:

    Comments

    Note: This post is over 7 months old. You may want to check later in this blog to see if there is new information relevant to your comment.