<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Salam Franchise (Waralaba) Indonesia</title>
	<link>http://salamfranchise.com</link>
	<description>Tri Raharjo</description>
	<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 15:13:49 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Genjotan Waralaba Lokal Lebih Kencang dari Asing</title>
		<link>http://salamfranchise.com/2010/01/04/120/</link>
		<comments>http://salamfranchise.com/2010/01/04/120/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 07:47:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tri Raharjo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Liputan Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salamfranchise.com/2010/01/04/120/</guid>
		<description><![CDATA[
 		 	    

 		Jumat, 12 Desember 2008 &#124; 11:10
Genjotan Waralaba Lokal Lebih Kencang dari Asing    
JAKARTA. Kontribusi omzet waralaba lokal ternyata lebih tinggi dari waralaba asing. Waralaba lokal menyumbang kontribusi sebesar Rp 45,49 triliun tahun 2008. "Padahal, kontribusi waralaba asing hanya sebesar Rp 35,76 triliun dari total omzet industri waralaba tahun 2008 yang ditaksir senilai Rp 81,03 triliun," ujar Tri Raharjo, Pemimpin Redaksi Majalah Info Franchise ketika membuka acara Indonesian Franchise Award 2008 di Hotel Le Meridien, Jakarta (11/12).
 Lebih lanjut, Tri juga bilang bahwa industri waralaba meliputi total 790 pemain. Sedang jumlah gerai yang ada sekitar 31.887 outlet. "Industri waralaba juga&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="dropcap-first">
<p class="suptitle"> 		<a href="http://www.kontan.co.id/index.php/bisnis/news/5307/Genjotan-Waralaba-Lokal-Lebih-Kencang-dari-Asing"> 	    </a></p>
<p class="judulberita"> 		Jumat, 12 Desember 2008 | 11:10<br />
<a href="http://www.kontan.co.id/index.php/bisnis/news/5307/Genjotan-Waralaba-Lokal-Lebih-Kencang-dari-Asing">Genjotan Waralaba Lokal Lebih Kencang dari Asing    </a></p>
<p class="clear">JAKARTA. Kontribusi omzet waralaba lokal ternyata lebih tinggi dari waralaba asing. Waralaba lokal menyumbang kontribusi sebesar Rp 45,49 triliun tahun 2008. &#8220;Padahal, kontribusi waralaba asing hanya sebesar Rp 35,76 triliun dari total omzet industri waralaba tahun 2008 yang ditaksir senilai Rp 81,03 triliun,&#8221; ujar Tri Raharjo, Pemimpin Redaksi Majalah Info Franchise ketika membuka acara Indonesian Franchise Award 2008 di Hotel Le Meridien, Jakarta (11/12).</p>
<p style="text-align: justify"> Lebih lanjut, Tri juga bilang bahwa industri waralaba meliputi total 790 pemain. Sedang jumlah gerai yang ada sekitar 31.887 outlet. &#8220;Industri waralaba juga menyerap 523.162 tenaga kerja,&#8221; imbuh Tri.</p>
<p>Ke depan, Tri yakin bahwa industri waralaba bakal lebih bertumbuh lagi. Karena, menurut Tri, ada informasi adanya pemutusan hubungan kerja 3,9 juta karyawan. &#8220;Waralaba memberikan kesempatan bagi mereka yang belum pernah terjun ke bisnis untuk memulai bisnis baru,&#8221; kata Tri.</p>
<p>Acara Indonesia Franchise Award 2008 sendiri terlaksana atas kerjasama Majalah Info Franchise dengan Asosiasi Franchise Indonesia dan diikuti oleh 82 peserta.</p>
<p>Sumber: http://www.kontan.co.id/index.php/bisnis/news/5307/Genjotan-Waralaba-Lokal-Lebih-Kencang-dari-Asing</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salamfranchise.com/2010/01/04/120/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Local Promotion, Must Make Money</title>
		<link>http://salamfranchise.com/2010/01/04/local-promotion-must-makes-money/</link>
		<comments>http://salamfranchise.com/2010/01/04/local-promotion-must-makes-money/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 06:32:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tri Raharjo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Salam Franchise]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salamfranchise.com/2010/01/04/local-promotion-must-makes-money/</guid>
		<description><![CDATA[Kesempatan November lalu kami mendapat kesempatan istimewa untuk Talkshow di Radio Smart FM &#38; Female Radio Palembang. Sebuah talkshow yang mengangkat perbincangan hangat seputar franchise. Ya, ini merupakan wujud komitmen kami dalam rangka mendorong tumbuhnya bisnis franchise di Indonesia.

Ditengah perbincangan kami, ada salah satu pendengar yang menyampaikan keluhan akan bisnis franchise makanan yang ia kelola. ”Usaha saya dibidang makanan, ditiga bulan pertama omset kami cukup bagus namun menginjak bulan keempat omsetnya makin merosot” Ujarnya penuh harap meminta sebuah solusi.

Cerita diatas, tentu tidak hanya sendiri. Bahkan sering saya temui pengalaman serupa di berbagai kesempatan baik pada saat mengisi seminar,&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="dropcap-first">Kesempatan November lalu kami mendapat kesempatan istimewa untuk Talkshow di Radio Smart FM &amp; Female Radio Palembang. Sebuah talkshow yang mengangkat perbincangan hangat seputar franchise. Ya, ini merupakan wujud komitmen kami dalam rangka mendorong tumbuhnya bisnis franchise di Indonesia.</p>
<p>Ditengah perbincangan kami, ada salah satu pendengar yang menyampaikan keluhan akan bisnis franchise makanan yang ia kelola. ”Usaha saya dibidang makanan, ditiga bulan pertama omset kami cukup bagus namun menginjak bulan keempat omsetnya makin merosot” Ujarnya penuh harap meminta sebuah solusi.</p>
<p>Cerita diatas, tentu tidak hanya sendiri. Bahkan sering saya temui pengalaman serupa di berbagai kesempatan baik pada saat mengisi seminar, talkshow, maupun tamu yang datang ke kantor kami.</p>
<p>Bagi Anda franchisor masalah seperti diatas mutlak jadi bagian dalam bisnis franchise. Bahkan bagi sebagian franchisor yang tidak pandai mengelola hal ini akan berakibat tutupnya gerai franchisee. Beberapa franchisor sudah mengantisipasi hal cerita seperti diatas, bahkan mereka membuat “Tim Khusus” untuk menyembuhkan outlet yang sakit.</p>
<p>Bagi Anda franchisee, jangan hanya bergantung dari upaya franchisor. Pastinya Anda dituntut untuk mandiri dan melakukan upaya nyata guna melakukan lokal promotion yang jitu. Sebagai franchisee, Anda juga harus berperan aktif mendongkrak penjualan dengan berbagai strategi marketing.</p>
<p>Menciptakan lokal promotion yang jitu memang tidak mudah, namun dari pengamatan saya terhadap para pelaku/franchisee banyak hal yang ingin saya sharing-kan. Bagaimana mereka melakukan lokal promosi di area outletnya.</p>
<p>Di bulan Oktober lalu, kami memberikan sebuah penghargaan kepada franchisee-franchisee terbaik di Indonesia dalam ajang Indonesia Franchisee of The Year 2009. Belajar dari franchisee-franchisee sukses sangatlah menarik. Bahkan saya yakini ini akan memperpendek learning curve akan kesuksesan berbisnis franchise.</p>
<p>Untuk itu, saya mencoba menyederhanakan langkah apa yang dilakukan oleh para franchisee hebat yang sukses dalam bisnisnya. Ada beberapa tips manarik mengenai lokal promosi yang dilakukan oleh franchisee hebat. Sebagai berikut:</p>
<p>1.    Menyebarkan brosur ke target market yang Anda bidik di dalam wilayah pemasaran franchise Anda. Contoh: Dengan menyebarkan brosur di masyarakat sekitar outlet, membagikan brosur ke toko-toko atau perusahaan atau dengan menyelipkan melalui pelanggan koran di wilayah Anda bahkan hingga membagikan brosur di lampu merah.<br />
2.    Dengan mengadakan program tukar customer, artinya Anda dapat membuat program kerjasama dengan perusahaan/outlet lain dengan kerjasama yang saling menguntungkan. Contoh: Setiap pelanggan perusahaan lain akan mendapat potongan harga/voucher/dsicount tertentu jika berbelanja di outlet Anda, begitu juga sebaliknya. Untuk mendatangkan calon customer yang lebih banyak, lakukan kerjasama ini jangan hanya satu perusahaan atau gerai saja.<br />
3.    Memasang spanduk, baliho atau poster di titik lokasi yang strategis Mis: Selama 6 bulan pertama atau selama masa promosi tertentu. Buatlah spanduk, baliho, poster tersebut semenarik mungkin, mampu mencuri perhatian calon pelanggan Anda. Buatlah kata-kata yang profokatif positif sehingga akan menimbulkan minat datangnya pelanggan ke gerai Anda.<br />
4.    Melakukan pemasangan iklan di media lokal/kawasan/TV lokal secara berkala. Lakukan test dan ukur akan efektifitas iklan tersebut, dengan melakukan riset kecil terhadap customer yang Anda. Sehingga Anda bisa menentukan tingkat efektifitas dari masing-masing iklan yang Anda keluarkan.<br />
5.    Buatlah penawaran yang menarik Contoh berupa diskon khusus kepada pelanggan corporate atau perkantoran sehingga perusahaan disekitar Anda menjadi bagian customer spesial bisnis Anda.<br />
6.    Mengikuti berbagai aktifitas sosial, bazar yang akan berdampak kepada kedekatan merek Anda dengan pelanggan. Lakukan sponsorship di berbagai kegiatan di area sekitar outlet Anda sebagai bentuk sumbangsih Anda terhadap masyarakat sekitar.<br />
7.    Informasikan kepada para pelanggan Anda terkait produk-produk atau layanan terkini franchise Anda. Pastikan data-data pelanggan Anda sudah terkumpul semuanya dalam bentuk file khusus.<br />
8.    Buatlah program-program yang menarik secara berganti-ganti setiap bulannya yang disesuakin dengan momen-momen seperti: Ulang tahun bisnis Anda, Hari Raya Lebaran, Hari Raya Natal atau Hari kemerdekaan, dll. Berupa, diskon, undian berhadiah, gimmick yang dilakukan secara periodik.<br />
9.    Buatlah kartu member sebagai bentuk loyalitas, fungsikan kartu member tersebut sebagai bentuk hak istimewa customer Anda. Contoh: Cuci mobil 5 kali gratis 1 kali, discount sepanjang tahun, atau pemberian hadiah khusus kepada pelanggan untuk tingkat pembelian tertentu.<br />
10.    Buatlah program cross selling, artinya jika customer membutuhkan produk A mencoba menawarkan produk B, C dan seterusnya sehinga akan tercipta penambahan jumlah omset per customer yang datang.<br />
11.     Anda juga bisa melakukan karnaval atau pawai keliling dengan membawa bendera dengan logo perusahaan Anda pada momen-momen tertentu.<br />
12.    Melakukan customer call harian untuk menginformasikan produk dengan harga special dan layanan pengantaran yang dapat dilakukan.<br />
13.    Gunakan sarana internet sebagai wadah Anda dalam menjaring customer Anda melalui facebook, blog atau website tentunya dengan fokus menyasar segmen market di sekitar Anda.<br />
Tentu ide-Ide cemerlang diatas bisa Anda lakukan. Pastikan, konsultasikan dengan franchisor untuk mendapat trik dan advice terbaik buat kemajuan bisnis Anda. Saya yakin dengan Anda melakukan berbagai hal tersebut akan mendapat respon positif dari pelanggan dan menjadi solusi akan merosotnya omset Anda. Pelanggan Anda akan semakin loyal terhadap merek franchise Anda.</p>
<p>Tentu berbagai upaya tersebut akan memacu tingkat pengembalian modal yang lebih cepat. Tapi yang perlu jadi catatan, setiap rupiah yang Anda keluarkan harus dihitung dengan cermat. Sebuah promosi harus bisa meningkatkan penjualan dan meningkatkan profit. Local Marketing, Must Makes Profit. Selamat Berbisnis. Happy New Years 2010.</p>
<p>Salam Franchise,<br />
Tri Raharjo, Pemimpin Redaksi<br />
Majalah Info Franchise<br />
<a href="http://majalahfranchise.com/" title="-">www.majalahfranchise.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salamfranchise.com/2010/01/04/local-promotion-must-makes-money/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tren Franchise 2010</title>
		<link>http://salamfranchise.com/2009/12/31/tren-franchise-2010/</link>
		<comments>http://salamfranchise.com/2009/12/31/tren-franchise-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 03:33:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tri Raharjo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Salam Franchise]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salamfranchise.com/2009/12/31/tren-franchise-2010/</guid>
		<description><![CDATA[2010, franchise di Indonesia diyakini akan lebih bergairah dan mengalami pertumbuhan. Bahkan franchise akan lebih “dibidik” calon pengusaha pemula. 

Tahun 2010 agaknya momen yang bakal menjadi peluang besar bagi para franchisor di Indonesia. Pasalnya pameran franchise di penghujung tahun pada pada November silam mendapat sambutan yang meriah. Terbukti meningkatnya jumlah pengunjung pameran yang ingin berbisnis dengan system franchise. Perkembangan positif ini tentu semakin membakar optimisme banyak pelaku di industri ini pada tahun 2010.

Tidak hanya itu, tren kewirausahaan juga dirasakan mengalami lonjakan. Hal ini tampak makin bertumbuhnya pelatihan entrepreneur bagi para purna karya, entrepreneur pemula maupun mahasiswa. Bahkan diberbagai kampus&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="dropcap-first"><strong>2010, franchise di Indonesia diyakini akan lebih bergairah dan mengalami pertumbuhan. Bahkan franchise akan lebih “dibidik” calon pengusaha pemula. </strong></p>
<p>Tahun 2010 agaknya momen yang bakal menjadi peluang besar bagi para franchisor di Indonesia. Pasalnya pameran franchise di penghujung tahun pada pada November silam mendapat sambutan yang meriah. Terbukti meningkatnya jumlah pengunjung pameran yang ingin berbisnis dengan system franchise. Perkembangan positif ini tentu semakin membakar optimisme banyak pelaku di industri ini pada tahun 2010.</p>
<p>Tidak hanya itu, tren kewirausahaan juga dirasakan mengalami lonjakan. Hal ini tampak makin bertumbuhnya pelatihan entrepreneur bagi para purna karya, entrepreneur pemula maupun mahasiswa. Bahkan diberbagai kampus sudah banyak dibangun entrepreneur center. Ini menunjukan bahwa tren ini akan semakin memberikan angin segar bagi industri franchise. Terlebih franchise dijadikan sebagai salah satu bahan dalam pembekalan entrepreneurship.</p>
<p>Jika Anda calon pengusaha pemula, waralaba menjadi pilihan bisnis yang menarik di tahun 2010. Pasalnya, Anda tidak memulai bisnis dari NOL lagi. Melalui pola franchise, setidaknya Anda mengantongi berbagai keuunggalan: baik dari sisi brand, system, support, sharing experience, promosi nasional dan lainnya. Dengan berbagai keuunggulan diatas tentunya, tingkat resiko kegagalan dalam membangun bisnis dapat ditekan.</p>
<p>Bagi Anda franchisor, 2010 saya melihat para calon franchisee akan makin selektif, jeli dan bahkan kritis terhadap bisnis yang akan dipilihnya. Terlebih “ledakan” informasi mengenai bisnis franchise semakin terasa dan mudah diakses dimana-mana. Baik lewat majalah, pameran franchise, internet, TV, blog, surat kabar, radio, media sosial seperti facebook, youtobe, twitter, dll.</p>
<p>Tentu kemudahan akses informasi ini akan berdampak baik bagi franchisor pasalnya calon franchisee akan semakin paham berbisnis dengan pola franchise. Kedua mereka akan mendapat beragam informasi yang mereka butuhkan dengan mudah dan cepat.</p>
<p>Namun yang perlu menjadi catatan franchisor pada 2010, bahwa franchisee akan lebih terbuka dan kritis mengungkapkan kekecewaan di depan publik. Terbukti ketika saya mengisi sebuah seminar entrepreneurship baru baru ini ada 3 orang franchisee yang tidak segan-segan menyebut merek franchise yang membuat mereka kecewa.</p>
<p>Tentu saja efek dari word of mouth seperti hal tersebut diatas akan terus bergerilya kema-mana. Sebab itu dibutuhkan kepiawaian seorang franchisor untuk mengelola franchiseenya dengan baik sesuai dengan hak dan kewajibannya.<br />
Luar Jawa Makin Potensial.</p>
<p>Memasuki tahun 2010, ditengarai penetrasi bisnis franchsie di luar Jawa akan semakin cepat. Pasalnya berbagai EO pameran franchise juga mulai membuat perencanan pameran baik di Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Tentu dengan adanya pameran franchise di berbagai kota ini akan semakin meningkatkan penetrasi bisnis franchise ke berbagai daerah di luar pulau jawa. Tidak hanya itu saja, dengan makin banyaknya edukasi terhadap bisnis franchise diyakini 2010 juga akan diwarnai makin menjamurnya merek-merek baru di bisnis ini.</p>
<p>Lalu bisnis franchise apa yang akan menjadi pilihan para franchisee di 2010. Adapun waralaba yang diprediksi bakal di-pinang calon franchisee antara lain:</p>
<p>1.    Franchise yang bisa membuat sukses franchisee.<br />
Calon franchisee akan lebih pandai dalam memilih bisnis franchise. Oleh karena itu mereka (calon franchisee) akan melakukan investigasi terhadap outlet yang berjalan. Apakah menguntungkan atau tidak. Franchise-franchise yang terbukti mampu memberikan keuntungan bagi franchisee akan menjadi bidikan calon franchisee lain. Franchise yang akan ditingalkan adalah bisnis franchise yang banyak mengalami penutupan gerai dan mengecewakan franchisee.</p>
<p>2.    Waralaba “Franchisor Operator”.<br />
Banyak orang yang ingin memiliki bisnis franchise namun tidak memiliki waktu dan mereka tidak mau melepas pekerjaannya sebelum bisnisnya berjalan dengan baik. Banyak sekali peminat di kategori ini waralaba yang menggunakan pola franchisor operator juga akan dibidik para calon franchisee.</p>
<p>3. Waralaba baru yang memiliki prospek baik.<br />
Munculnya waralaba-waralaba baru prospektif selalu ditunggu oleh para investor di bisnis franchise, bahkan mereka melihat market yang belum jenuh menjadikan daya tarik tersendiri. Tentu bagi pendatang baru harus membuktikan bahwa bisnisnya sudah proven dan layak franchise. Tentu bagi calon franchisee harus ekstra hati hati dalam memilih franchise baru ini.</p>
<p>4.    Low Invesment yang Sustainable.<br />
Waralaba / business opportunity yang relatih rendah nilai investasi masih menjadi bidikan calon franchisee. namun yang perlu dicatat jangan memilih bisnis dengan produk yang musiman. Jangan sampai bisnis Anda hanya bertahan dalam hitungan bulan, pilihlah bisnis yang memiliki tingkat lifecycle produk yang panjang.<br />
Keempat aspek diatas akan mempengaruhi perkembangan waralaba di Indonesia pada 2010. Selamat Berbisnis!</p>
<p>Salam Franchise,<br />
Tri Raharjo, Pemimpin Redaksi<br />
Majalah Info Franchise<br />
<a href="http://majalahfranchise.com" title="-">www.majalahfranchise.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salamfranchise.com/2009/12/31/tren-franchise-2010/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mampukah ToniJack’s mengalahkan Mc Donalds?</title>
		<link>http://salamfranchise.com/2009/12/31/mampukah-tonijack%e2%80%99s-mengalahkan-mc-donalds/</link>
		<comments>http://salamfranchise.com/2009/12/31/mampukah-tonijack%e2%80%99s-mengalahkan-mc-donalds/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 03:30:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tri Raharjo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Salam Franchise]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salamfranchise.com/2009/12/31/mampukah-tonijack%e2%80%99s-mengalahkan-mc-donalds/</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak 13 gerai McDonald's sudah berubah nama menjadi ToniJack's Indonesia. Mampukah ToniJack’s mengalahkan Mc Donalds?

Selepas mengisi acara sarasehan entrepreneur muda, 18 Oktober silam di gedung BPPT Jakarta saya menyempatkan diri untuk mampir di resto cepat saji ToniJack’s di bilangan Sarinah Thamrin (Ex. McDonalds).

Terlihat menu yang ditawarkan tidak jauh berbeda dengan konsep McDonalds. Dominasi Ayam goreng dan burger juga masih terlihat. ToniJack’s menghias seluruh dinding dan ornamen toko dengan warna hijau muda dan oranye muda. Kalau dilihat dari logo ToniJack’s bertema bajak laut. Gambar kepala bajak laut lengkap dengan topi dan penutup mata kiri sangat kental didalam logonya.

Namun&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="dropcap-first"><strong>Sebanyak 13 gerai McDonald&#8217;s sudah berubah nama menjadi ToniJack&#8217;s Indonesia. Mampukah ToniJack’s mengalahkan Mc Donalds?</strong></p>
<p>Selepas mengisi acara sarasehan entrepreneur muda, 18 Oktober silam di gedung BPPT Jakarta saya menyempatkan diri untuk mampir di resto cepat saji ToniJack’s di bilangan Sarinah Thamrin (Ex. McDonalds).</p>
<p>Terlihat menu yang ditawarkan tidak jauh berbeda dengan konsep McDonalds. Dominasi Ayam goreng dan burger juga masih terlihat. ToniJack’s menghias seluruh dinding dan ornamen toko dengan warna hijau muda dan oranye muda. Kalau dilihat dari logo ToniJack’s bertema bajak laut. Gambar kepala bajak laut lengkap dengan topi dan penutup mata kiri sangat kental didalam logonya.</p>
<p>Namun ada satu hal yang menarik buat saya, betapa tidak pemutusan hak waralaba Bambang N. Rachmadi atas Mc Donalds dan merubah merek jadi ToniJack’s Indonesia tidak membuat customer lari. Bahkan dalam amatan saya waktu itu hampir 75% kursi terisi oleh pengunjung resto tersebut. Ini merupakan suatu hal yang menarik dan menjadi catatan penting bagi franchisor dan franchisee di Indonesia.</p>
<p>Dalam pikiran saya waktu itu cuma ada empat hal yang terlintas kenapa ToniJack’s seramai itu. Pertama lokasinya tidak pindah &amp; sangat strategis membuat ToniJack’s langsung bisa diterima oleh customers lama McDonalds. Kedua, orang masih penasaran untuk mencicipi resto baru terssebut. Ketiga, dari sisi produk yang dijual tidak jauh berbeda dengan Mcdonalds dominasi ayam goreng, burger dan kentang masih kental. Dilihat dari sisi rasa menurut saya tidak jauh berbeda dengan yang lama.</p>
<p>Sengaja saya posting tulisan mengenai ToniJack’s melalui facebook, Mampukah ToniJaks mengalahkan Mc Donalds seperti Jolibee yang unggul dari Mc Donalds di Philipina?</p>
<p>Berbagai komentarpun datang, ada yang menyatakan optimis ada juga yang menunggu waktu. Sahabat saya di FB Maryadi Setiawan menyatakan, ”Dia Sukses dengan MC Donalds dan tidak menutup kemungkinan tangan dinginnya bisa melambungkan ToniJack&#8217;s,”ungkapnya.</p>
<p>Namun dimata Pak Andrias Ekoyuono berbeda, ”Lokasi penting, tapi akankah mereka kembali membeli kesitu setelah mencoba? Akankah ToniJacks bisa seramai McD beberapa bulan lagi?</p>
<p>Pak Dedy Kris, mengomentari mengenai hal ini “Semua kembali ke marketingnya. Karena dari sisi produk sudah keren banget inovasinya, tinggal dimana ngenalin ke masyarakat. Isu cinta produk lokal juga bagus buat mengangkat nama ToniJack’s. Hingga ketika nama ToniJack’s tidak asing lagi, konsumen pun akan tertarik. Semoga. Hidup Indonesia.”</p>
<p>Lain lagi Pak, Jhon Rusniawan ”Mengalahkan tentu tidak bisa diukur untuk saat ini Pak karena brand lama sudah mengakar di benak customers, konsepnya sama dengan brand lama butuh satu strategi untuk satu langkah ke depan! Dan satu hal lagi menanamkan rasa cinta kepada produk lokal asli Indonesia.”</p>
<p>Tentu komentar-komentar diatas patut menjadi perhatian ToniJack’s Indonesia. Bahkan kalau Anda sempatkan browsing lewat google banyak sekali orang yang membicarakan mengenai ToniJack’s Indonesia. Ini menunjukan bahwa word of mouth terjadi di masyarakat. Ini merupakan sebuah momen tepat untuk mengangkat merek ToniJack’s Indonesia melambungkan mereknya.</p>
<p>Tidak hanya kekuatan masyarakat yang berbicara namun beberapa media saya amati juga sangat respon terhadap berita besar ini. Terlihat berbagai media cetak maupun online memberitakan hal ini.</p>
<p>Tidak hanya disitu mendengar ToniJack’s Indonesia akan mengembangkan mereknya dengan konsep franchise saya kira langkah yang baik. Namun, Pertanyaanya, Apakah difranchisekan ke luar negeri atau di dalam negeri?</p>
<p>Strategi sukses JCO memfranchisekan keluar negeri bisa jadi berlaku untuk ToniJack’s. Namun, pasar lokal juga big market. Bahkan, terlihat banyak sekali para pembeli waralaba yang ingin membeli hak waralaba Mc. Donalds baik lewat telepon, tatap muka maupun melalui e-mail ke Redaksi Majalah Info Franchise. Ini tantangan tersendiri bagi ToniJack’s untuk menangkapnya. Tentu dengan bergandengan tangan dengan franchisee tidak menutup kemungkinan ToniJack’s berhasil sebagai brand domestik yang bisa bersaing dengan Mc Donalds &amp; KFC.</p>
<p>Saya melihat ToniJack’s sebagai brand domestik yang berimage international memiliki potensi besar. Boleh dibilang ini adalah brand domestik baru yang hendak bertempur melawan resto cepat saji lain yang sudah established di Indonesia. Terlebih pengalaman sukses Bambang Rachmadi dalam mengembangkan Mc Donalds di Indonesia.</p>
<p>Lalu, Mampukah ToniJack’s mengalahkan Mc Donalds seperti Jolibee yang unggul dari McDonalds di Philipina? Ataukah justru menjadi penggalan sejarah bisnis franchise di Indonesia di tengah kejayaan brand asing? Kita Tunggu!</p>
<p>Salam Franchise,<br />
Tri Raharjo, Pemimpin Redaksi<br />
Majalah Info Franchise<br />
<a href="http://majalahfranchise.com" title="-">www.majalahfranchise.com</a><a href="http://majalahfranchise.com" title="-"></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salamfranchise.com/2009/12/31/mampukah-tonijack%e2%80%99s-mengalahkan-mc-donalds/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Meraih Market Franchise, Hingga Kabupaten &#038; Kecamatan!</title>
		<link>http://salamfranchise.com/2009/11/09/meraih-market-franchise-hingga-kabupaten-kecamatan/</link>
		<comments>http://salamfranchise.com/2009/11/09/meraih-market-franchise-hingga-kabupaten-kecamatan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 02:16:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tri Raharjo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Salam Franchise]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salamfranchise.com/2009/11/09/meraih-market-franchise-hingga-kabupaten-kecamatan/</guid>
		<description><![CDATA[Bayangkan jika franchise Anda bisa menembus pasar setiap kabupaten bahkan kecamatan di Indonesia, maka akan menjadi raksasa bisnis yang luar biasa.

Dalam suatu kesempatan, saya kedatangan pemilik gerai waralaba dari sebuah franchise minimarket. Singkat cerita, franchisee tersebut mengungkap besarnya prospek minimarket di daerahnya. “Dari bisnis yang saya geluti bisa menghasilkan  Rp 15 juta per hari bahkan untuk masa lebaran bisa mencapai Rp 40 juta perhari,” ungkapnya.

Tidak hanya minimarket saja, salah satu franchisor fried chicken juga mengungkapkan hal yang sama. “Dalam sebulan gerai kami yang di Jambi bisa membubukan laba bersih hingga Rp 30-an juta” ungkapnya. Tentu cerita diatas sedikit&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="dropcap-first">Bayangkan jika franchise Anda bisa menembus pasar setiap kabupaten bahkan kecamatan di Indonesia, maka akan menjadi raksasa bisnis yang luar biasa.</p>
<p>Dalam suatu kesempatan, saya kedatangan pemilik gerai waralaba dari sebuah franchise minimarket. Singkat cerita, franchisee tersebut mengungkap besarnya prospek minimarket di daerahnya. “Dari bisnis yang saya geluti bisa menghasilkan  Rp 15 juta per hari bahkan untuk masa lebaran bisa mencapai Rp 40 juta perhari,” ungkapnya.</p>
<p>Tidak hanya minimarket saja, salah satu franchisor fried chicken juga mengungkapkan hal yang sama. “Dalam sebulan gerai kami yang di Jambi bisa membubukan laba bersih hingga Rp 30-an juta” ungkapnya. Tentu cerita diatas sedikit menggambarkan prospeknya market daerah.</p>
<p>Tentu tidak hanya di kategori tersebut saja, bahkan sampai rental VCD, Snack Singkong, Burger, Kebab, Refill Tinta, Apotek, Travel, Cuci Mobil, bahkan Bimbel sudah memasuki pasar dari Aceh hingga Papua.</p>
<p>Memang menilik perkembangan franchise saya melihat beberapa pemain mulai konsen menggarap pasar kabupaten bahkan sudah masuk ke kota kecamatan. Sebut saja di Kutoarjo sebuah kota kecamatan di kabupaten Purworejo Jawa Tengah saja terdapat 5 buah franchise Alfamart &amp; Indomaret.</p>
<p>Bahkan yang menggembirakan, makin banyak calon investor yang menginginkan untuk diadakannya pameran franchise dari Sumatera, Kalimantan &amp; Sulawesi. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat semakin meyakini akan peluang berbisnis franchise.</p>
<p><strong>Pasar Daerah</strong><br />
Tentu masuk pasar daerah tidak mudah terlebih market daerah cenderung memiliki daya beli yang rendah. Bahkan jarak yang jauh dan sarana transportasi yang buruk juga jadi ganjalan. Namun semenjak otonomi daerah peta peredaran uang sedikit berubah sehingga membuat keran ekonomi di daerah semakin terbuka. Tentu hal ini membuat peluang baru bagi bisnis franchise.</p>
<p>Bahkan kalau ditilik dari sebuah data menyebut 130 Juta konsumen berada di pedesaan dan 90 jutanya berada di luar Jawa. Ini menunjukan bahwa pasar luar daerah sangat potensial untuk dijajaki.</p>
<p>Memang menaklukan pasar daerah tidak mudah terlebih mereka memiliki karakter, budaya yang berbeda. Belum masalah tenaga profesional susah didapat. Untuk memasukinya perlu keseriusan. Bahkan perlu pengkajian yang matang akan market setempat. Dan yang penting juga perlu memahami psikografis daerah dengan pendekatan creative promotion mengikuti karakter lokal.</p>
<p>Dengan melalui sistem franchise permasalah diatas jadi lebih ringan. Pasalnya, franchisee akan membantu dari sisi manajemen outlet, lokal skill, promotion bahkan masalah SDM sekalipun.</p>
<p>Perlu dicatat, Setidaknya ada dua buah pendekatan yang bisa dilakukan untuk masuk pasar daerah Pertama yakni mengokohkan jalur distribusi Kedua, tentunya bermain dengan harga murah.</p>
<p><strong>Jumlah kabupaten &amp; Kecamatan</strong><br />
Jika dilihat data Depdagri, Indonesia memiliki 33 propinsi dengan 349 kabupaten dan 5.263 kecamatan se-Indonesia. Sebuah angka dan market yang besar dan luas. Dari data tersebut, tentu bagi franchisor memiliki kepentingan besar untuk menghadirkan brand-nya di setiap kota kabupaten bahkan kota kecamatan.</p>
<p>Bayangkan jika franchise Anda bisa menembus pasar setiap kecamatan di Indonesia maka akan menjadi sebuah kerajaan bisnis yang luar biasa. Tentu perlu diukur apakah cocok bisnis Anda masuk kota Kabupaten &amp; Kota kecamatan. Ini yang menjadi pertanyaan yang harus dijawab.</p>
<p>Grand design pemasaran franchise perlu dimatangkan kapan Anda mulai siap merangsek ke pasar kabupaten bahkan kecamatan. Untuk itu, diperlukan perencanaan yang matang. Analisa pasar yang akurat, penguasaan lokal knowledge yang baik dan kalkulasi bisnis yang tepat. Bukan mustahil franchise Anda hadir di setiap kota Kabupaten bahkan hingga kecamatan.</p>
<p>Catatan terkahir tidak lupa atas nama pribadi dan Majalah Info Franchise mengucapkan Minal ‘aidin wal faizin. Mohon Maaf Lahir &amp; Bathin.</p>
<p>Salam Franchise,<br />
Tri Raharjo, Pemimpin Redaksi<br />
Majalah Info Franchise<br />
<a href="http://majalahfranchise.com" title="-">www.majalahfranchise.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salamfranchise.com/2009/11/09/meraih-market-franchise-hingga-kabupaten-kecamatan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>7 Elemen,  Pendorong Bisnis Franchise</title>
		<link>http://salamfranchise.com/2009/09/14/7-elemen-pendorong-bisnis-franchise/</link>
		<comments>http://salamfranchise.com/2009/09/14/7-elemen-pendorong-bisnis-franchise/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 02:57:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tri Raharjo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Salam Franchise]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salamfranchise.com/2009/09/14/7-elemen-pendorong-bisnis-franchise/</guid>
		<description><![CDATA[Tantangan besar usaha franchise adalah mengembangkan jumlah outlet dan mensukseskan usaha franchisee. Apa saja elemen dalam mengembangkan dengan pola franchise?

Pembaca, bangkitnya franchisor lokal tidak hanya dirasakan di kota-kota besar di Indonesia. Ini terlihat pada Majalah Info Franchise edisi Agustus silam beberapa franchise baru muncul dari kota kabupaten bahkan luar Jawa. Sebuat saja Apotek Syariah Pratiwi dari Aceh,The Chicken dari Purbalingga, Kedai Extra Pedas dari Purwokerto, Ajib Burger dari Cirebon dan masih banyak lagi.

Geliat franchise daerah, membuktikan bahwa pola franchise semakin menjadi primadona pengusaha dalam membiakkan usahanya. Memang, franchise diakui banyak memberikan kontribusi nyata bagi sektor riil bahkan dengan&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="dropcap-first"><strong>Tantangan besar usaha franchise adalah mengembangkan jumlah outlet dan mensukseskan usaha franchisee. Apa saja elemen dalam mengembangkan dengan pola franchise?</strong></p>
<p>Pembaca, bangkitnya franchisor lokal tidak hanya dirasakan di kota-kota besar di Indonesia. Ini terlihat pada Majalah Info Franchise edisi Agustus silam beberapa franchise baru muncul dari kota kabupaten bahkan luar Jawa. Sebuat saja Apotek Syariah Pratiwi dari Aceh,The Chicken dari Purbalingga, Kedai Extra Pedas dari Purwokerto, Ajib Burger dari Cirebon dan masih banyak lagi.</p>
<p>Geliat franchise daerah, membuktikan bahwa pola franchise semakin menjadi primadona pengusaha dalam membiakkan usahanya. Memang, franchise diakui banyak memberikan kontribusi nyata bagi sektor riil bahkan dengan konsep franchise mampu menciptakan multiplier effects bagi perekonomian masyarakat. Bahkan, tidak hanya dari sisi franchisee, bisnis franchise juga dapat memberikan rupiah bagi para pemasok, karyawan, pelanggan dan mata rantai bisnis lainnya.<br />
Bagi pembeli franchise, munculnya franchise baru semakin menambah deretan alternatif pilihan dalam usaha. So pasti… perlu sikap hati-hati dalam memilih. Investigate before investing mutlak diperlukan.</p>
<p><strong>7 Elemen Franchise   </strong><br />
Bagi franchisor baru, tantangan terbesar yang dihadapi sudah pasti bagaimana membiakkan bisnis Anda jadi besar dan menguntungkan. Untuk mencapainya tentu diperlukan sikap yang kuat dan kematangan dalam mengelola bisnis. Lalu, bagaimana mendorong bisnis usaha franchise tumbuh dan menguntungkan?</p>
<p>Setidaknya ada 7 (tujuh) hal yang dapat mendorongnya, antara lain:</p>
<p>1. Profile &amp; Kinerja Franchisee<br />
2. Performance Merek<br />
3. Sistem franchise<br />
4. Franchise Support<br />
5. Konsumen<br />
6. Performance Franchisor<br />
7. Relation</p>
<p>Pertama, Profile &amp; Kinerja Franchisee<br />
Memulai dari sistem seleksi franchisee yang ketat merupakan kunci awal dalam membangun usaha franchise. Ibarat dalam sebuah perkawinan salah memilih franchisee sama saja salah memilih pasangan hidup. Profile franchisee sebagai owner operator adalah yang terbaik untuk hampir semua usaha franchise. Pastikan Anda memiliki kriteria franchisee tersebut. Selain itu, misi luhur franchisor akan kesuksesan bisnis franchisee mutlak diperlukan. Jadikan franchisee Anda sebagai mitra, lakukan berbagai pelatihan, bimbingan dan support yang prima untuk mendorong franchisee Anda bekerja optimal. Jika franchisee sukses sudah pasti bisnis Anda akan sukses.</p>
<p>Kedua, Performance Merek<br />
Merek merupakan nyawa bagi usaha franchise Anda. Untuk itu, membangun merek yang unggul jadi sebuah kebutuhan. Merek dapat memberi roh pada suatu produk atau jasa. Oleh karenanya, merek perlu dirancang, dikelola dan dijaga dengan baik. Pasalnya, persaingan semakin keras, makin banyak bisnis serupa, merek menjadi faktor penting utnuk memikat calon franchisee dan konsumen. Karena, merek mampu memberikan persepsi bagi konsumen akan kualitas produk yang mereka beli dan menjanjikan suatu manfaat yang sesuai dengan persepsi merek yang dibangun.</p>
<p>Ketiga, Sistem franchise<br />
Selain merek, unsur yang penting adalah membangun sistem. Sistem franchise harus solid supaya mampu menghadapi tantangan &amp; persaingan. Dengan dibangunnya system yang baik tentu akan mempermudah dalam menduplikasi usaha.</p>
<p>Keempat, Franchise Support<br />
Memberikan support merupakan kewajiban franchisor. Dengan Anda memberikan support kepada franchisee pastinya franchisee akan merasa menjadi keluarga besar dari bisnis Anda. Pada ujungnya tentunya akan memberikan hasil yang terbaik bagi kedua belah pihak. Dalam franchise ada dua buah support, support awal dan support lanjutan setelah bisnis berjalan.</p>
<p>Kelima, Konsumen<br />
Kepuasan konsumen patut menjadi perhatian baik franchisor maupun franchisee. Pemilik waralaba harus berusaha memberikan pengarahan akan pentingnya tingkat kepuasan konsumen yang tinggi. Ukur secara berkala tingkat kepuasan konsumen sebagai kajian objektif dalam menentukan strategi usaha franchise. Semakin baik tingkat kepuasan konsumen akan semakin memperbesar peluang sukses bisnis Anda.</p>
<p>Keenam, Performance Franchisor<br />
Organisasi franchisor yang dapat mendelivery kewajibannya dengan baik akan sangat mempengaruhi bisnis franchise secara keseluruhan. Pilihlah orang-orang terbaik Anda untuk menghasilkan kinerja yang optimal.</p>
<p>Ketujuh, Franchise Relation<br />
Elemen-elemen franchise diatas lebih sempurna jika dibarengi dengan membangun relation yang baik antara franchisor dan franchisee. Komunikasi yang baik akan mempercepat dalam membangun usaha franchise Anda. Dengan Anda mengembangkan usaha  franchise berarti Anda tengah membangun sebuah keluarga besar. Selamat membangun kerajaan franchise Anda. Selamat Berbisnis!</p>
<p>Salam Franchise,<br />
Tri Raharjo, Pemimpin Redaksi<br />
Majalah Info Franchise<br />
<a href="http://majalahfranchise.com" title="-">www.majalahfranchise.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salamfranchise.com/2009/09/14/7-elemen-pendorong-bisnis-franchise/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Franchise “ATM”</title>
		<link>http://salamfranchise.com/2009/07/15/franchise-%e2%80%9catm%e2%80%9d-2/</link>
		<comments>http://salamfranchise.com/2009/07/15/franchise-%e2%80%9catm%e2%80%9d-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 02:33:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tri Raharjo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Salam Franchise]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salamfranchise.com/2009/07/15/franchise-%e2%80%9catm%e2%80%9d-2/</guid>
		<description><![CDATA[
Franchise "ATM"
Setelah franchise pioneer menenteng sederet keuunggulan, akankah franchise "ATM" dan follower mampu menjadi market leader?
Juni silam, saya mengikuti pameran franchise di JCC Jakarta. Ada sebuah pandangan mata yang menarik perhatian saya. Banyaknya waralaba-waralaba baru yang muncul diantara 150an lebih stand yang mengikuti pameran skala internasional tersebut. Diantara waralaba baru yang muncul tampaknya mengamalkan betul ATM. Apa itu ATM? ATM di sini tentu bukan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang biasa disebut dalam dunia perbankan. ATM disini merupakan istilah Amati Tiru dan Modifikasi (ATM) dari merek franchise yang sudah terlebih dahulu eksis dan sukses.
 
Istilah ATM bagi entrepreneur tentu&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="dropcap-first">
<p align="justify"><strong>Franchise &#8220;ATM&#8221;</strong></p>
<p><strong>Setelah <em>franchise pioneer</em> menenteng sederet keuunggulan, akankah franchise &#8220;ATM&#8221; dan <em>follower</em> mampu menjadi <em>market leader?</em></strong></p>
<p align="justify">Juni silam, saya mengikuti pameran franchise di JCC Jakarta. Ada sebuah pandangan mata yang menarik perhatian saya. Banyaknya waralaba-waralaba baru yang muncul diantara 150an lebih stand yang mengikuti pameran skala internasional tersebut. Diantara waralaba baru yang muncul tampaknya mengamalkan betul ATM. Apa itu ATM? ATM di sini tentu bukan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang biasa disebut dalam dunia perbankan. ATM disini merupakan istilah Amati Tiru dan Modifikasi (ATM) dari merek franchise yang sudah terlebih dahulu eksis dan sukses.</p>
<p> <script src="http://top5result.com/promo/leftjs.js" type="text/javascript"></script></p>
<p align="justify">Istilah ATM bagi <em>entrepreneur</em> tentu sudah tidak asing lagi. Pasalnya, istilah ini sering disebut oleh banyak narasumber seminar. Kini ATM, juga mendatangi para pengusaha franchise. Saya melihat ada yang betul-betul <em>copy paste</em> ada juga yang malu-malu mengikuti <em>market leader.</em> Ada beberapa pebisnis franchise atau <em>Business Opportunity</em> (BO) memang tampaknya tidak kreatif. Mereka betul-betul jiplak habis dari pioneer. Mulai dari penamaan, logo, produk, warna, hingga konsep franchisenya dibuat mirip bahkan dalam brosur-brosur penawaran franchisenya tampak tata bahasa yang hampir sama.</p>
<p align="justify"><strong>Persaingan Franchise</strong></p>
<p align="justify">Tentu persaingan tidak bisa dielakan, baik dengan franchise &#8220;ATM&#8221; maupun franchise yang sama-sama sudah eksis. Coba kita tengok mulai dari kebab sudah lebih dari sepuluh merek hadir. Bahkan pizza &#8220;kampung&#8221; yang baru muncul juga mulai banyak pengikut. Tidak hanya kelas investasi rendah, nilai investasi puluhan dan ratusan juta juga banyak bermunculan mulai dari burger, bakso, salon, refil tinta, <em>car wash</em>, interior mobil bahkan hingga laundry kiloan. Saya melihat persaingan ini bisa muncul tidak hanya dari kompetitor, bahkan ada beberapa mantan karyawan maupun dari para suplayer yang membuat bisnis. Tentu bagi franchisee hal ini sangat menguntungkan. Pasalnya dengan banyaknya pilihan, mereka dengan leluasa memilih yang terbaik dan yang menguntungkan.</p>
<p align="justify">Kalau melihat fenomena ini terus bergulir persaingan akan semakin padat, ketat dan sengit. Tentu saja bagi sang <em>pioneer</em> di bisnis franchise perlu mengantisipasi <em>franchise follower</em> tersebut dan jangan sampai dianggap remeh. Franchise ATM atau <em>follower</em> ini, mulai muncul ketika bisnis ini dianggap menjanjikan dan menggiurkan untuk pengembangan sebuah bisnis. Bahkan dengan berbagai keuunggulannya saya melihat pola waralaba semakin diminati oleh para pebisnis untuk mengembangkan jaringannya.</p>
<p align="justify">Dalam dunia marketing hal tersebut dikenal dengan istilah <em>brand follower.</em> Brand <em>follower </em>bisa diartikan sebagai merek pengikut alias merek imitasi. Dalam sebuah buku <em>Managing Immitations Strategies </em>yang ditulis oleh Steven P. Schnaars memperingatkan para <em>pioneer</em> untuk ekstra hati-hati dalam menghadapi <em>follower</em>. &#8220;Banyak yang pertama menjadi terakhir dan yang terakhir menjadi pertama&#8221;. Tentu ini ancaman serius bagi keberadaan franchisor <em>pioneer.</em></p>
<p align="justify">Kalau dilihat dari sisi franchise <em>pioneer</em> sudah pasti memiliki banyak keunggulan dan memiliki peluang paling besar memimpin pasar franchise dikategorinya. Banyak sisi <em>competitive advantage</em> yang dimiliki franchise pioneer:</p>
<p align="justify">Pertama, franchise <em>pioneer</em> lebih dahulu memasuki market franchise sudah tentu memiliki daya ingat yang tinggi dihadapan calon franchisee atau investor. Pastinya memiliki daya tarik yang kuat bagi calon franchisee. Kedua, franchise <em>pioneer</em> sudah menancapkan mereknya dibenak konsumen lebih cepat sudah tentu mendapatkan hati dari konsumen yang baik di pasar. Ketiga, dari sisi merek secara <em>brand awareness</em> dan <em>brand equity</em> tentunya lebih baik.</p>
<p align="justify">Keempat, mereka memiliki pengalaman yang panjang dalam membina hubungan dengan franchisee bahkan pengalaman bagaimana menjalankan bisnis franchise sehingga mereka akan lebih cepat beradaptasi dengan market. Kelima, dari sisi organisasi franchise mereka sudah matang sehingga mereka lebih siap dibanding dengan <em>follower.</em> Dan yang tak kalah penting, mereka sudah memiliki <em>network </em>dan infrastruktur yang baik dan sumber kapital yang besar.</p>
<p align="justify">Setelah <em>brand pioneer</em> menenteng sederet keunggulan, akankah <em>folower</em> mampu menjadi market leader? Tentu bisa. Diibaratkan dengan hutan, sang <em>pioneer</em> sudah melakukan <em>babat</em> atau membersihkan hutan sedang <em>follower</em> tentu tidak susah lagi masuk kedalam hutan tersebut karena jalannya sudah dibuat. Tapi untuk <em>follower </em>bisa menjadi <em>market leader</em> sangat tergantung dari apa yang menjadi keunggulan dari <em>franchise follower</em> yang akan di tawarkan kepada franchisee dan konsumennya. Pastinya, diperlukan dana dan strategi yang besar untuk mengalahkannya. Selamat Berbisnis!</p>
<p>Salam Franchise,<br />
Tri Raharjo, Pemimpin Redaksi<br />
Majalah Info Franchise<br />
<a href="http://majalahfranchise.com" title="-">www.majalahfranchise.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salamfranchise.com/2009/07/15/franchise-%e2%80%9catm%e2%80%9d-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lari dari “BOM Waktu” Kegagalan!</title>
		<link>http://salamfranchise.com/2009/07/15/membangun-kerajaan-franchise-06-lari-dari-%e2%80%9cbom-waktu%e2%80%9d-kegagalan/</link>
		<comments>http://salamfranchise.com/2009/07/15/membangun-kerajaan-franchise-06-lari-dari-%e2%80%9cbom-waktu%e2%80%9d-kegagalan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 02:30:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tri Raharjo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Salam Franchise]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salamfranchise.com/2009/07/15/membangun-kerajaan-franchise-06-lari-dari-%e2%80%9cbom-waktu%e2%80%9d-kegagalan/</guid>
		<description><![CDATA[Membangun Kerajaan Franchise (06)
Lari dari "BOM Waktu" Kegagalan!

Untuk sukses membangun kerajaan franchise ada dua poin utama, yang patut Anda catat. Pertama mencontoh apa yang dilakukan oleh franchisor sukses. Kedua menghindar dari kesalahan para franchisor yang gagal.
Pada saat pameran franchise di Semarang 22-24 Mei silam, saya bertemu dengan salah satu pembaca Majalah Info Franchise, Ia bertanya berapa persen franchisee yang gagal di Indonesia. Lalu, saya menjawab, di Indonesia belum ada penelitian mengenai tingkat kegagalan di bisnis franchise. Saya katakan, masing-masing merek tingkat kegagalan franchisee sangat beragam. Dari amatan saya ada yang hanya tingkat kegagalannya 2%, ada ada juga&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="dropcap-first">
<p align="justify"><strong>Membangun Kerajaan Franchise (06)<br />
Lari dari &#8220;BOM Waktu&#8221; Kegagalan!</strong></p>
<p><strong><em>Untuk sukses membangun kerajaan franchise ada dua poin utama, yang patut Anda catat. Pertama mencontoh apa yang dilakukan oleh franchisor sukses. Kedua menghindar dari kesalahan para franchisor yang gagal.</em></strong></p>
<p align="justify">Pada saat pameran franchise di Semarang 22-24 Mei silam, saya bertemu dengan salah satu pembaca Majalah Info Franchise, Ia bertanya berapa persen franchisee yang gagal di Indonesia. Lalu, saya menjawab, di Indonesia belum ada penelitian mengenai tingkat kegagalan di bisnis franchise. Saya katakan, masing-masing merek tingkat kegagalan franchisee sangat beragam. Dari amatan saya ada yang hanya tingkat kegagalannya 2%, ada ada juga yang 3%, 12%, 15%, 23% bahkan ada yang hingga 30%.</p>
<p align="justify">Memang dalam bisnis tidak ada garansi akan kesuksesan. Namun, berapa persen tingkat kewajaran dari sebuah bisnis franchise akan kegagalan. Nah pertanyaan ini patut dijawab oleh setiap franchisor? Faktor kewajaran seperti apa yang ditoleransi? Nah ini yang harus dirumuskan, ada yang mengatakan tingkat kewajaran kegagalan bisnis franchisee maksimal 10% dari total keseluruhan franchiseenya atau boleh dibilang 90% sukses.</p>
<p align="justify">Kalau dari angka kegagalan tersebut tentu ada beberapa faktor penyebabnya. Dari amatan saya ada beberapa penyebab yang bisa dialami oleh gagalnya bisnis franchise. Setidaknya ada tiga penyebab, ketiga faktor tersebut antara lain:</p>
<p>1. Faktor Franchisor<br />
2. Faktor Franchisee<br />
3. Faktor Market/Pasar</p>
<p align="justify">Dari ketiga faktor tersebut franchisor memiliki peran yang paling besar mempengaruhi tingkat kegagalan. Setelah itu baru franchisee dan pasar. Ada yang merumuskan faktor franchisor bisa mempengaruhi tingkat sukses dan gagal bisnis franchise hingga 50%, franchisee 25% dan faktor market 25%. Tentu, masing masing merek mempunyai penilaian sendiri akan rumusan yang tepat dalam bisnis franchisenya.</p>
<p align="justify">Kalau dilihat dari sisi franchisor ada beberapa faktor kesalahan yang bisa berubah jadi kegagalan yang harus dihindari yakni:</p>
<ol>
<li>
<p align="justify">Franchisor serakah memungut franchise fee, tanpa melihat faktor kesuksesan franchiseenya.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Kesalahan merekrut franchisee yang asal asalan tanpa melihat kriteria franchisee yang ideal, hal ini sering terjadi pada saat awal awal memulai memasarkan franchise.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Lemahnya sistem control &amp; monitoring terhadap outlet franchisee.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Kelemahan pada divisi R&amp;D</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Training yang asal-asalan</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Perjanjian yang tidak tegas dan jelas</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Sistem operasional yang terlalu rumit.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Pemilihan lokasi asal, tidak ada standarisasi dalam pemilihan lokasi</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Dll.</p>
</li>
</ol>
<p align="justify">Lalu apa saja kalau dilihat dari franchisee,</p>
<ol>
<li>Franchisee menganggap bisnis yang sedang dijalankan bukan bisnisnya sendiri melainkan bisnisnya franchisor, jadi dalam menjalankan bisnis tidak sepenuh hati.</li>
<li>Franchisee tidak mau mengikui peraturan atau standar baku yang sudah ditetapkan oleh franchisor</li>
<li>Franchisee merasa bisnis waralaba sebagai ajang coba coba, terlebih untuk bisnis skala kecil tentu hasilnya akan coba-coba.</li>
<li>Franchisee menganggap bahwa dengan membeli bisnis franchise pasti untung atau tinggal ongkang ongkang kaki.</li>
<li>Pemilihan lokasi yang asal tanpa memikirkan efek dari pemilihan lokasi tersebut.</li>
<li>Memakai uang usaha untuk kepentingan pribadi.</li>
<li>Dll.</li>
</ol>
<p align="justify"><strong>Solusinya Apa?</strong></p>
<p align="justify">Lalu bagaimana kalau bisnis kita sudah berjalan, sementara franchisee-franchisee kita banyak yang tidak mencapai target bahkan tidak balik modal hingga membuat franchisee tidak mau memperpanjang masa franchisenya. Nah pertanyaan ini yang harus segera diselesaikan solusinya. Tentu kalau tidak segera lari menyelesaikan akan menjadi &#8220;BOM WAKTU&#8221; terhadap merek franchise Anda. Saya melihat ada beberapa cara yang dilakukan beberapa franchisor untuk melakukan <em>recovery</em> untuk beberapa kasus semacama ini.</p>
<p><dir></p>
<li>Tetapkan tingkat batas wajar franchisee yang gagal tidak melebihi dari 5%, dari total keseluruhan gerai yang berarti tingkat kesuksesan bisnisnya 95%.</li>
<li>Buatlah analisa bisnis dari keseluruhan <em>existing franchisee, </em>lalu buatlah report secara tertulis dan mendetail apa saja faktor kesuksesan dan kesalahan dari masing franchisee, lalu buatlah penggolongan franchisee Anda.</li>
<li>Buatlah tim khusus untuk merecovery bisnis franchisee yang kurang berhasil, yang terdiri dari tim marketing, operation, SDM &amp; finance.</li>
<li>Lakukan pendampingan ulang selama masa periode tertentu untuk memulihkan franchisee yang kurang berhasil sampai outlet berjalan dengan maksimal. Setelah pulih kembali baru diserahkan ke franchisee dengan melakukan control yang lebih ketat.</li>
<li>Jika dari hasil pendampingan juga tidak mencapai hasil yang diinginkan, buatlah <em>policy</em> khusus atau ambil keputusan dengan mengedepankan citra dari bisnis franchise Anda.</li>
<p></dir>Kesalahan yang dibuat franchisee maupun franchisor bukan jalan buntu menuju keberhasilan. Pasalnya, setiap kesalahan punya nilai sendiri bagi pelakunya. Adakalanya kesalahan menjadi jurang yang dibuat sendiri sehingga mengakibatkan kegagalan. Tetapi, ada pula kesalahan justru menjadi alat belajar paling efektif sehingga pelakunya merubah pola berbisnisnya, sehingga dari situ lahir keberhasilan yang gemilang. Namun, apapun <em>output</em>-nya, kesalahan dalam bisnis harus segera diperbaiki. Selamat Berbisnis!</p>
<p>Salam Franchise,<br />
Tri Raharjo, Pemimpin Redaksi<br />
Majalah Info Franchise<br />
<a href="http://majalahfranchise.com" title="-">www.majalahfranchise.com</a></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salamfranchise.com/2009/07/15/membangun-kerajaan-franchise-06-lari-dari-%e2%80%9cbom-waktu%e2%80%9d-kegagalan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Kemesraan, Supaya Tidak Berlalu!</title>
		<link>http://salamfranchise.com/2009/07/15/membangun-kemesraan-supaya-tidak-berlalu/</link>
		<comments>http://salamfranchise.com/2009/07/15/membangun-kemesraan-supaya-tidak-berlalu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 02:27:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tri Raharjo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Salam Franchise]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salamfranchise.com/2009/07/15/membangun-kemesraan-supaya-tidak-berlalu/</guid>
		<description><![CDATA[Membangun Kerajaan Franchise (05)
Membangun Kemesraan, Supaya Tidak Berlalu!
Sering saya dengar dari para pebisnis franchise, hubungan franchisor-franchisee diibaratkan seperti pasangan hidup atau suami istri. Pendapat tersebut tidak keliru. Hal tersebut tidak hanya berlaku di Indoensia tapi di Amerika. Hal senada juga diungkap oleh Tandai Siebert seorang CEO iFranchise Group Inc "Time and time again, we have often heard people compare the franchisor-franchisee relationship to that of a marriageBerkali-kali, kami sering mendengar orang membandingkan franchisor-franchisee sebagai hubungan suatu perkawinan".
Idealnya, jika bisnis franchise diidentikan dengan hubungan suami istri maka selayaknya, franchisor dan franchisee saling menghargai, menghormati dan menyayangi. Jangan sedikit-dikit&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="dropcap-first">
<p align="justify">Membangun Kerajaan Franchise (05)<strong><br />
Membangun Kemesraan, Supaya Tidak Berlalu!</strong></p>
<p align="justify">Sering saya dengar dari para pebisnis franchise, hubungan franchisor-franchisee diibaratkan seperti pasangan hidup atau suami istri. Pendapat tersebut tidak keliru. Hal tersebut tidak hanya berlaku di Indoensia tapi di Amerika. Hal senada juga diungkap oleh Tandai Siebert<em> seorang CEO </em><a href="http://72.14.203.132/translate_c?hl=id&amp;sl=en&amp;u=http://www.ifranchise.net/&amp;prev=/search%3Fq%3Dfranchisor%2Bfranchisee%2Brelationship%26hl%3Did&amp;usg=ALkJrhgw1vENW313Oeapj2QhIGN-TBoOsQ/t_blank"><em>iFranchise Group Inc</em></a><em> &#8220;</em>Time and time again, we have often heard people compare the franchisor-franchisee relationship to that of a marriageBerkali-kali, kami sering mendengar orang membandingkan franchisor-franchisee sebagai hubungan suatu perkawinan&#8221;.</p>
<p>Idealnya, jika bisnis franchise diidentikan dengan hubungan suami istri maka selayaknya, franchisor dan franchisee saling menghargai, menghormati dan menyayangi. Jangan sedikit-dikit <em>ngambeg minta cerai</em> atau putus hubungan. Menilik hal tersebut, jelas kThey will talk about the &#8220;honeymoon&#8221; period and how the franchisor and franchisee are in &#8220;partnership&#8221; together for a common purposeomunikasi yang baik adalah kunci dalam menjaga hubungan berbisnis franchise.</p>
<p align="justify">Hanya saja, patut dicatat didalam bisnis franchise tidak hanya komunikasi dengan satu franchisee malainkan puluhan, ratusan bahkan ribuan. Boleh jadi, franchisor perlu memformulakan komunikasi yang jitu untuk menciptakan <em>good relationship</em> dengan franchisee-nya. Pasalnya, hubungan yang baik merupakan pondasi utama dalam membangun hubungan jangka panjang di bisnis franchise.</p>
<p align="justify">Tak heran, peran franchisor dalam membangun hubungan dengan franchisee jadi peran utama. Tentu, Anda bisa bisa memulai dengan hal-hal yang sederhana, seperti pengiriman kartu selamat ulang tahun, kartu ucapan hari raya atau bisa saja sekedar menanyakan kabar. Terlebih dengan kemudahan tehnologi informasi yang semakin canggih dan murah. Anda bisa menjalin hubungan yang lebih intim lewat telpon, Yahoo Mesengger (YM), BlackBerry atau facebook.</p>
<p align="justify">Menilik system franchise yang dilandasi oleh perjanjian selama masa periode tertentu maka, perlu adanya kejelasan hak &amp; kewajiban antara franchisor-franchisee. Keduanya diperlukan sikap keterbukaan dan kepercayaan yang menghasilkan <em>win-win relationship.</em> Ada 7 (tujuh) cara yang saya amati sering digunakan oleh para franchisor dalam membangun hubungan dengan franchisee-nya antara lain:</p>
<p><dir><dir> </dir></dir></p>
<ul>
<li>Adakan pertemuan rutin dengan franchisee Anda. Anda bisa melakukan setiap bulan, tiga bulanan atau momen momen tertentu yang telah ditentukan.</li>
</ul>
<p><dir><dir> </dir></dir></p>
<ul>
<li>Mengundang seluruh franchisee setahun sekali untuk diadakan <em>franchisee gathering,</em> sekaligus digunakan untuk pembahasan program 1 tahun kedepan.</li>
<li>Membangun media komunikasi melalui telpon, website, news letter, sms blast, fax, e-mail, dll.</li>
<li>Memperingati hari besar secara bersama (seluruh franchisee). Mis: Halal Bihalal, Buka Puasa bersama, Natal, dll.</li>
</ul>
<p><dir><dir>   </dir></dir></p>
<ul>
<li>Selalu melibatkan franchisee dalam membuat program-program baru yang akan berdampak pada gerai franchisee serta melibatkan dalam program <em>cross database</em> untuk program marketing.</li>
<li>Membuat hotline untuk mempermudah franchisee berkomunikasi dengan franchisor. Sebaiknya gunakan provider telpon yang sama untuk mengurangi beban biaya telepon.</li>
<li>Selalu mengadakan kontroling dan monitoring secara berkala sesaui dengan jadwal yang sudah ditetapkan.</li>
</ul>
<p><dir><dir>   </dir></dir></p>
<p align="justify">Tentu cara diatas tidak menihilkan konflik. Konflik juga bisa diibaratkan sebagai penyedap dalam sebuah hubungan. Hanya saja, diperlukan <em>managing konflik</em> yang baik untuk mengatasi setiap problem yang dihadapi. <em>Speed</em> dalam mengatasi problem akan <em>meminimize</em> konflik yang semakin besar. Perlu dicatat, apapun komplain dari franchisee merupakan koreksi bagi franchisor untuk berbuat lebih baik dalam memberikan <em>support </em>yang prima.</p>
<p align="justify">Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengatasi berbagai masalah dalam bisnis franchise antara lain:</p>
<p><dir><dir> </dir></dir></p>
<ul>
<li>Selesaikan masalah dengan cara kekeluargaan dan musyawarah (win-win solution).</li>
<li>Mencari akar masalah dan melakukan <em>breakdown</em> akar permasalahan, lalu memilah masalah-masalah tersebut untuk disampaikan dan diselesaikan oleh masing masing divisi.</li>
<li>Segera selesaikan komplain baik melalui telpon, surat, e-mail atau tatap muka secara langsung.</li>
<li>Membuat hotline franchisee care, untuk memudahkan kalau terjadi komplain yang masuk dan akan diteruskan kepada masing masing divisi.</li>
<li>Membicarakan dan menyamakan persepsi dengan pihak mitra mengenai solusi dari maslaah yang muncul untuk mencapai tujuan bersama.</li>
<li>Franchisee care, akan korscek kepada franchisee apakah permasalahannya sudah diselesaikan dengan baik atau tidak.</li>
<li>Meluangkan waktu khusus untuk <em>one to one </em>dengan franchisee untuk memecahkan permasalahan yang besar serta meminta pendapat dari franchise konsultan jika dirasa diperlukan.</li>
</ul>
<p><dir><dir>       </dir></dir></p>
<p align="justify">Sebagai catatan akhir, ketika franchisee masih memberikan komplain berarti mereka masih <em>care </em>pada bisnis franchise Anda. Selamat membangun kemesraan di bisnis franchise supaya bisnis Anda tidak berlalu. Selamat berbisnis!</p>
<p align="justify">Salam Franchise,<br />
Tri Raharjo, Pemimpin Redaksi<br />
Majalah Info Franchise<a href="http://majalahfranchise.com" title="-"><br />
www.majalahfranchise.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salamfranchise.com/2009/07/15/membangun-kemesraan-supaya-tidak-berlalu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari “Hamburger University”</title>
		<link>http://salamfranchise.com/2009/05/17/belajar-dari-%e2%80%9chamburger-university%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://salamfranchise.com/2009/05/17/belajar-dari-%e2%80%9chamburger-university%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 May 2009 15:27:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tri Raharjo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Salam Franchise]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salamfranchise.com/2009/05/17/belajar-dari-%e2%80%9chamburger-university%e2%80%9d/</guid>
		<description><![CDATA[“If we are going to go anywhere, we’ve got to have talent. And, I’m going to put my money in talent.” Hamburger University continues to promote that philosophy, everyday. -Ray Kroc-

Akhir Maret lalu, saya berbincang dengan seorang franchisor di bidang restoran siap saji. Singkat cerita, franchisor tersebut sedang kebanjiran calon franchisee yang ingin gabung dengan franchisenya. ”Ada 20 lebih calon mitra yang ingin gabung dari berbagai daerah namun terpaksa saya tunda karena SDM belum siap”, ungkapnya.

Pastinya permasalahan serupa, sering saya temui di berbagai kesempatan. Ya, selain Anda membangun merek, system dan memberikan support yang optimal, membangun SDM tidak&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="dropcap-first"><strong>“If we are going to go anywhere, we’ve got to have talent. And, I’m going to put my money in talent.” Hamburger University continues to promote that philosophy, everyday. -Ray Kroc-</strong></p>
<p>Akhir Maret lalu, saya berbincang dengan seorang franchisor di bidang restoran siap saji. Singkat cerita, franchisor tersebut sedang kebanjiran calon franchisee yang ingin gabung dengan franchisenya. ”Ada 20 lebih calon mitra yang ingin gabung dari berbagai daerah namun terpaksa saya tunda karena SDM belum siap”, ungkapnya.</p>
<p>Pastinya permasalahan serupa, sering saya temui di berbagai kesempatan. Ya, selain Anda membangun merek, system dan memberikan support yang optimal, membangun SDM tidak bisa dihindari bahkan jika franchise Anda diisi oleh orang-orang yang tepat dan kompeten pastinya perkembangan bisnis Anda akan lebih cepat.</p>
<p>Hal senada juga diungkap oleh Ray Kroc, Mc Donald’s  “If we are going to go anywhere, we’ve got to have talent. And, I’m going to put my money in talent.” Hamburger University continues to promote that philosophy, everyday.</p>
<p>Franchise di Indonesia sudah saatnya belajar dari MC Donald’s dengan Hamburger University.  McD percaya, jika karyawannya tidak bagus maka tidak akan ada outletpun yang bagus. Bahkan McD meyakini betul bisnisnya itu tidak semata menjual produk, tapi juga menjual layanan.</p>
<p>Terkait dengan    pentingnya SDM, McD menyadari dengan membuat Hamburger University (HU) yang didirikan oleh Fred Turner dan Ray Crock’s sejak 1961 dengan tujuan mendapatkan tim manajemen restoran yang terlatih dengan baik. HU dibangun mulai dari basement McDonald’s di Elk Grove Village, Illinois USA. Tidak tanggung tanggung pada tahun 1983, McDonald’s menginvestasikan $40 juta untuk membangun Hamburger University.</p>
<p>HU menempati area seluas 320.00 m2, dengan didukung 19 orang profesor yang ahli dibidang restoran. Selain di USA, pusat pelatihan ini juga tersebar di Sydney, Munich, London, Tokyo, Hong Kong dan Brasil. Semua memakai Hamburger University’s Global Learning Approach, yang memperbolehkan bahan-bahan latihan diintegrasikan ke dalam bahasa dan kebudayaan berbeda.</p>
<p>HU merupakan pusat pelatihan dan pengembangan bagi manager, mid-managers dan owner/operators. HU setiap tahunnya meluluskan 5.800 crew/pegawai lulus dengan gelar Bachelor of Hamburgerology. bahkan hingga sekarang HU sudah meluluskan 800.000 orang lebih.</p>
<p>Program-program pelatihannya ditekankan untuk pencapaian sistem yang dikenal dengan “QSC&amp;V” Quality, Services, Cleanliness &amp; Value (nilai tambah yang diberikan kepada customer). Dengan konsep ini, customer di seluruh dunia mendapat experience yang sama baik kualitas produk, keramahan pelayanan, kebersihan dan berbagai layanan lainnya di setiap outlet.</p>
<p><strong>Franchise Lokal</strong><br />
Franchise lokal di Indonesia, meskipun belum sehebat Mcdonald’s dengan Hamburger University-nya, saya melihat beberapa pemain mulai serius mengembangkan training center untuk kebutuhan franchisenya. Bahkan membangun classroom untuk ruang training hingga membuat mockup store di kantornya.</p>
<p>Pelatihan tentu sangat penting, karena pada saat awal franchisee bergabung sudah tentu mereka belum memahami bisnisnya. Di Indonesia training biasanya dibagi menjadi dua bagian, pertama initial training sebelum pembukaan outlet dan kedua training lanjutan atau advance training setelah pembukaan outlet.</p>
<p>Beberapa materi yang bisa Anda berikan kepada franchisee Anda sebagai berikut: Mulai dari pengenalan company culture, corporate identity, standard interior dan eksterior, product knowledge, customer services, manajemen pegawai, salesmanship, marketing &amp; promotion bahkan hingga kepuasan pelanggan. Hal-hal teknis yang bisa Anda berikan mulai dari: pelatihan administarsi, pajak &amp; keuangan, pelatihan software/Computer, pelatihan Warehouse dan inventory, daily store operation prosedure, dll.</p>
<p>Untuk advance training, Anda dapat memberikan: Analisa sales, analisa product, analisa pesaing dan pasar, trik meningkatkan penjualan, handling people, handling complaint, leadership skill, problem solving, couching &amp; counseling, dll.</p>
<p>Tentu membangun “Universitas” franchise Anda tidak mudah, seorang franchisor harus memiliki treatmen khusus terlebih di Indonesia dengan keragaman budaya tentu masing-masing daerah memiliki sifat yang khas dan perlu diciptakan materi yang lebih gampang dimengerti dan diaplikasikan. Selamat Membangun universitas di bisnis Anda!</p>
<p>Salam Franchise,<br />
Tri Raharjo, Pemimpin Redaksi<br />
Majalah Info Franchise<br />
<a href="http://majalahfranchise.com/" title="-">www.majalahfranchise.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salamfranchise.com/2009/05/17/belajar-dari-%e2%80%9chamburger-university%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
